Calon Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) OJK, Sarjito, mengungkap ukuran keberhasilan bursa mineral dan komoditas strategis adalah terciptanya pasar nan tepercaya alias trusted market. Pasar nan terpercaya bakal mendorong pelaku pasar melakukan price arbitrage.
"Yaitu trusted market lantaran market nan bagus pasti bakal dipakai untuk arbitrage. Price arbitrage, bukan supervisory dan regulatory arbitrage,” ucap Sarjito ketika ditemui wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (24/8).
Mekanisme Price Arbitrage
Sarjito menjelaskan, price arbitrage terjadi ketika seorang trader membeli suatu komoditas di pasar dengan nilai lebih rendah, kemudian menjualnya di pasar lain nan menawarkan nilai lebih tinggi.
"Arbitrase itu jika trader membeli di pasar nan harganya lebih murah, dia menjual di tempat pasar nan lebih tinggi," jelasnya.
Sarjito mencontohkan, aktivitas perdagangan lintas bursa, seperti ketika nilai suatu produk di Shanghai Futures Exchange lebih murah dibandingkan pasar lainnya.
Menurutnya, aktivitas arbitrase tersebut tidak sekadar menunjukkan adanya perbedaan harga, tetapi juga menggambarkan pelaku pasar bersedia menggunakan suatu bursa lantaran menilai pasar tersebut mempunyai kredibilitas.
Lebih lanjut, Sarjito menekankan sebelum mengejar aktivitas price arbitrage, perihal nan kudu dibangun adalah trusted market. Sehingga pasar mineral dan komoditas strategis RI kudu mempunyai kedalaman serta likuiditas nan memadai.
57 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·