Sandiaga Puji Gerakan Lari Sambil Pungut Sampah Bisa Geber Ekonomi

Sedang Trending 4 hari yang lalu

Jakarta -

Aksi pengamanan lingkungan nan digagas Sungai Watch melalui kampanye berjudul 'Run for Rivers' untuk pembersihan sungai dengan langkah berlari melintasi 5 provinsi serta 36 kabupaten/kota di Bali dan Jawa tidak hanya berfokus pada sampah nan ada di sungai. Aksi ini juga mendorong terciptanya ekonomi sirkular.

Kegiatan nan berjalan selama 58 hari telah mengumpulkan 22.076 kg plastik. Dalam tindakan Run For Rivers, Sungai Watch juga melakukan penggalangan biaya publik di runforrivers.sungaiwatch.com telah melewati US$ 200.000 dari sasaran tim sebesar US$ 1 juta.

Di bawah model kampanye ini, setiap dolar nan disumbangkan bakal langsung mendanai pengangkatan 1 kilogram plastik dari sungai di Indonesia. Kampanye tersebut bakal tetap dibuka hingga akhir Juni 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dana nan terkumpul juga bakal dialokasikan untuk ekspansi Sungai Watch di seluruh Pulau Jawa nan berfaedah pemasangan jaring penghalang sungai baru, akomodasi pemilahan sampah, serta pembuatan lapangan kerja hijau di komunitas-komunitas nan telah dipetakan selama lari berlangsung.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode 2020-2024 Sandiaga Uno menyambut baik kampanye ini lantaran aktivitas ini sangat erat dengan visi agenda Sustainable Development Goals (SDGs) alias Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. "Ini adalah aktivitas green economy lantaran sungai nan bersih itu modal utama untuk memajukan ekonomi Indonesia nan berkelanjutan," jelasnya dalam keterangan tertulis, Minggu (31/5/2026).

Adapun Sungai Watch memang mempunyai sejumlah konsentrasi utama dari aktivitas mereka nan meliputi pemasangan penghalang sampah (Trash Barriers) sederhana di beragam aliran sungai di Indonesia untuk menahan dan mengumpulkan sampah plastik.

Kemudian pembersihan rutin sungai dan pemilahan sampah nan terkumpul di mana sampah-sampah ini kemudian didaur ulang alias dikelola kembali, seperti sampah plastik nan didaur ulang menjadi bangku sehingga aktivitas ekonomi hijau tersebut membawa nilai ekonomi berkelanjutan.

"Gerakan ini juga membawa agenda circular economy lantaran sampah nan diselamatkan Sungai Watch diolah lagi menjadi peralatan berbobot ekonomi tinggi. Dari limbah jadi berkah!" lanjut Sandiaga.

Pada ekspedisi Run For Rivers, Sungai Watch sukses mengerahkan 4.212 relawan untuk tindakan bersih-bersih sungai di sepanjang rute perjalanan, di mana 60% di antaranya adalah pelajar. Sungai Watch juga melakukan edukasi melalui aktivitas berbareng 21 aktivitas dengan 4.159 peserta di 13 sekolah dan komunitas.

"Aksi lari ini telah membantu kami memetakan realitas sampah dan sungai di seluruh Jawa dengan langkah nan tidak bakal pernah bisa dilakukan oleh gambaran satelit. Kami sekarang tahu persis ke mana Sungai Watch kudu melangkah selanjutnya," ungkap Kelly Bencheghib.

Di setiap provinsi nan dilalui oleh Gary, Kelly, dan Sam, mereka juga duduk berbareng para pemimpin wilayah untuk menilai prasarana sampah setempat dan mendiskusikan gimana Sungai Watch dapat melakukan ekspansi ke wilayah tersebut.

Beberapa nan ikut mendukung dan berperan-serta dalam aktivitas Run for Rivers itu di antaranya Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, Bupati Banyuwangi Ipuk Azwar Anas, dan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan.

Bahkan saat berada di Solo Jawa Tengah, Gary, Kelly, dan Sam sempat berjumpa dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Dalam kesempatan tersebut, Jokowi memuji hasil karya bangku nan dibuat Sungai Watch dari daur ulang sampah-sampah plastik.

Dalam pertemuan itu, pendiri Sungai Watch dan Wapres Gibran membahas penguatan kerjasama dalam penanganan sampah sungai dan pengurangan pencemaran plastik melalui pelibatan pemerintah, komunitas, dan masyarakat.

"Wapres menyambut baik dan sangat mendukung beragam tindakan Sungai Watch dalam menjaga kebersihan sungai sekaligus membangun kesadaran masyarakat terhadap persoalan sampah, khususnya melalui pelibatan generasi muda di beragam wilayah di Tanah Air," demikian keterangan nan disampaikan Setwapres RI dalam akun Instagramnya.

Dalam ekspedisi Run for Rivers, tim Sungai Watch pun berlari di sepanjang empat dari 20 sungai paling tercemar di bumi ialah Brantas, Solo, Serayu, dan Progo. Sungai-sungai di Indonesia diperkirakan melepaskan sekitar 200.000 ton plastik ke lautan setiap tahunnya nan menyumbang sekitar 14,2% dari total emisi plastik bawaan sungai secara global.

"Momentum seputar solusi sampah belum pernah terasa senyata saat ini. Kami melihatnya secara langsung di setiap kota dan desa nan kami lewati. Masyarakat siap bertindak, para pemimpin siap berkolaborasi, dan organisasi menginginkan sungai nan lebih bersih. Itu memberi kami banyak harapan," papar Sam Bencheghib.

(acd/acd)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance