Sambut 1448 H, Penasihat PUI Ajak Bangsa Teladani Semangat Hijrah Rasulullah

Sedang Trending 3 hari yang lalu
Sambut 1448 H, Penasihat PUI Ajak Bangsa Teladani Semangat Hijrah Rasulullah Penasihat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Umat Islam (PUI), Prof KH Achmad Tjachja Nugraha(ISTIMEWA)

PENASIHAT Dewan  Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Umat Islam (PUI), Prof KH Achmad Tjachja Nugraha membujuk umat Islam dan seluruh masyarakat Indonesia menjadikan peristiwa hijrah Rasulullah SAW sebagai inspirasi dalam menghadapi beragam tantangan bangsa di era modern.

Hal itu disampaikan Achmad untuk menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Senin (15/6).

Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu menegaskan, hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah bukan sekadar perpindahan geografis, melainkan perjalanan peradaban nan sarat dengan nilai pengorbanan, strategi, persatuan, dan optimisme dalam membangun masyarakat nan adil, sejahtera, serta bermartabat.

"Perjalanan hijrah mengajarkan bahwa perubahan besar tidak lahir dari kenyamanan, melainkan dari keberanian menghadapi tantangan dengan iman, ilmu, dan kerja keras. Nilai inilah nan sangat relevan bagi Indonesia saat ini," tandasnya, di Bandung.

Ia menegaskan, Indonesia saat ini menghadapi beragam tantangan, mulai dari ketidakpastian ekonomi global, percepatan perkembangan teknologi, persoalan ketahanan pangan dan energi, hingga upaya menjaga persatuan nasional dan karakter kebangsaan. Sebagaimana Rasulullah SAW membangun masyarakat Madinah melalui fondasi persatuan, keadilan, dan pemberdayaan ekonomi umat, Indonesia juga memerlukan semangat serupa untuk memperkuat daya tahan bangsa.

"Indonesia memerlukan hijrah kolektif, ialah hijrah dari ketergantungan menuju kemandirian, dari budaya konsumtif menuju produktif, dari perpecahan menuju persatuan, serta dari korupsi menuju integritas," ujarnya.

Achmad mengatakan salah satu pelajaran krusial dari hijrah adalah pembangunan sumber daya manusia nan unggul. Rasulullah SAW tidak hanya membangun prasarana sosial di Madinah, tetapi juga membentuk karakter, akhlak, dan kualitas masyarakatnya.


Kontribusi generasi muda


Karena itu, Prof Achmad membujuk generasi muda Indonesia menjadi pelaku hijrah di era modern melalui peningkatan pendidikan, inovasi, kewirausahaan, penguasaan teknologi, serta berkontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat dan bangsa.

"Tantangan era sekarang berbeda dengan masa Rasulullah SAW, tetapi semangatnya tetap sama. Kita kudu bisa menjadikan pengetahuan pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai keislaman sebagai kekuatan untuk membangun bangsa," tuturnya.

Lebih lanjut, dia menyatakan bahwa semangat hijrah juga kudu diwujudkan melalui penguatan ketahanan pangan, pengembangan ekonomi kerakyatan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Bangsa nan kuat adalah bangsa nan bisa berdiri di atas kekuatan sendiri dan mengoptimalkan seluruh potensi nan dimiliki untuk kemaslahatan rakyat.

Dalam momentum Tahun Baru Islam 1448 H, Prof Achmad kembali membujuk seluruh komponen bangsa menjadikan 1 Muharram sebagai titik awal kebangkitan moral, sosial, dan pembangunan nasional. Hijrah Rasulullah SAW membuktikan bahwa sebuah masyarakat dapat bangkit dari beragam keterbatasan hingga menjadi peradaban nan maju dan bermartabat.

"Semangat itulah nan perlu kita hidupkan kembali untuk membawa Indonesia menjadi bangsa nan kuat, mandiri, berkeadilan, dan beradab mulia. Tahun Baru Islam 1448 H kudu menjadi momentum hijrah bangsa menuju masa depan nan lebih baik," tegasnya.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia