Frans Anak Buah Fredy Pratama Residivis Kasus Narkoba, Pernah Dibui 8 Bulan

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Bareskrim Polri menangkap anak buah gembong narkoba Fredy Pratama, Frans Antony, setelah menjadi buron sejak 2023. Frans rupanya merupakan residivis kasus narkoba.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso mengatakan Frans sempat terjerat kasus narkoba pada 2013. Frans lampau dibui 8 bulan.

"Ia pernah dijatuhi balasan 8 bulan penjara berasas putusan Pengadilan Negeri Banjarmasin nomor 798/pid.sus/2013/pn.bjm mengenai pidana narkotika," terang Eko kepada wartawan di gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (19/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Fakta ini menegaskan bahwa nan berkepentingan adalah residivis nan telah lama bergulat dalam bumi peredaran gelap narkoba," imbuhnya.

Selama berstatus buron sejak 2023, Frans kerap berpindah-pindah tempat di wilayah Thailand. Langkah ini ditengarai sebagai upaya melarikan dirinya dari pengejaran petugas.

"Frans Antony melarikan diri dengan langkah berpindah-pindah tempat di Thailand," kata Eko.

Eko mengatakan Frans beranjak tempat dibantu orang suruhan Fredy Pratama nan berkewarganegaraan Thailand. Frans diduga terakhir kali menetap di wilayah Narasiri selama 2 tahun.

"Dalam pelariannya, Frans Antony dibantu oleh orang suruhan dari Freddy Pratama nan merupakan WN Thailand. Frans Antony sempat berpindah-pindah tempat, mulai wilayah Phatthanakan sampai akhirnya menetap kurang lebih selama 2 tahun di wilayah Narasiri, Thailand," kata Eko.

Pelarian Frans berhujung di Malaysia. Eko mengatakan Frans masuk ke wilayah Malaysia dengan langkah ilegal.

Frans Antony dan Fredy Pratama merupakan kawan semasa SMA di Kalimantan Selatan (Kalsel). Fredy Pratama memulai upaya haramnya di Malang, Jawa Timur.

Frans Antony saat ini sudah berada di gedung Bareskrim Polri Jakarta setelah diterbangkan dari Malaysia. Frans langsung diperiksa lebih lanjut, sementara Fredy tetap jadi buron.

(kuf/ygs)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News