Saksi Sebut Dana Operasional Bea Cukai Dipakai Beli iPhone-Jam Tangan

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Mantan Kasubdit Intelijen Direktorat Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea Cukai Sisprian Subiaksono mengatakan biaya operasional di direktoratnya digunakan untuk beragam keperluan, mulai dari pembelian iPhone, tiket perjalanan, hingga arloji mewah.

Sisprian dihadirkan menjadi saksi untuk terdakwa dalam sidang tersebut yakni ketua Blueray Cargo (Grup) John Field, Dedy Kurniawan Sukolo selaku Manager Operasional Custom Clearance Pelabuhan pada Blueray Cargo (Grup), dan terdakwa III Andri selaku Ketua Tim Dokumen Importasi pada Blueray Cargo (Grup).

Dalam sidang, jaksa awalnya menggali soal adanya biaya operasional di direktorat tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nah nan saksi pahami juga apakah biaya operasional ini sumbernya adalah DIPA, anggaran negara nan memang unik untuk penggunaan aktivitas kegiatan P2 (penindakan dan penyidikan) alias bagaimana?" tanya jaksa.

Sisprian menjelaskan biaya operasional itu sudah ada sebelum dirinya menjabat.

Ia mengatakan biaya tersebut berasal dari sisa pertanggungjawaban DOK PPN (dana operasional unik pengamanan penerimaan negara) dan sisa biaya perjalanan dinas (SPPD)

"Awalnya dari biaya DIPA berupa DOK PPN dan SPPD. Kalau ada dana-dana nan belum bisa dipertanggungjawabkan ataupun dipertanggungjawabkan lebih, kami geser ke biaya operasional," kata Sisprian.

Sisprian menjelaskan biaya operasional tersebut bukan bagian dari anggaran resmi nan dapat dipertanggungjawabkan

"Ada biaya resmi DOK PPN dan ada biaya operasional nan sebenarnya tidak
bisa dipertanggungjawabkan," katanya.

Jaksa lampau bertanya soal penggunaan biaya operasional itu. Sisprian mengaku pernah menggunakan biaya operasional sebesar Rp34 juta untuk membeli tiket ke Brisbane sekeluarga.

"Ada untuk pernah mengambil duit 20 juta rupiah? kemudian ada membeli iPhone untuk istri?" tanya jaksa.

"IPhone saya pernah minta tolong dibelikan," jawab Sisprian.

"Pakai biaya operasional itu?" tanya jaksa

"Dengan biaya operasional dengan maksud kelak kita ganti," jawab Sisprian.

Sisprian mengatakan duit itu belum sempat diganti namun dirinya sudah ditangkap dalam kasus di Bea Cukai.

"Okelah itu jawaban saksi, ada juga duit ya 20 juta?" tanya jaksa.

"Betul," jawab Sisprian.

Jaksa juga bertanya soal pembelian arloji merk Tag Heuer. Sisprian mengaku pernah menggunakan biaya operasional untuk kenang-kenangan bagi Direktur Penindakan dan Penyidikan, Rizal.

"Saya menyampaikan ke rekan-rekan untuk mencarikan kenang-kenangan untuk Pak Direktur," kata Sisprian.

Dalam kasus ini, John Field selaku Pimpinan Blueray Cargo (Grup) didakwa menyuap beberapa pejabat pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dengan duit sejumlah Rp61 miliar dan pemberian akomodasi intermezo dan peralatan mewah senilai Rp1,8 miliar.

Tindak pidana suap itu dilakukan John Field bersama-sama dengan Terdakwa II Dedy Kurniawan Sukolo selaku Manager Operasional Custom Clearance Pelabuhan pada Blueray Cargo (Grup) dan Terdakwa III Andri selaku Ketua Tim Dokumen Importasi pada Blueray Cargo (Grup).

Adapun penerima suap terdiri dari Direktur Penindakan dan Penyidikan, Rizal; Kasubdit Intelijen Direktorat Penindakan dan Penyidikan, Sisprian Subiaksono; dan Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I Direktorat Penindakan dan Penyidikan, Orlando Hamonangan.

Klaster pejabat Ditjen Bea dan Cukai bakal dituntut dalam berkas terpisah.

Kata jaksa, suap diberikan agar para pejabat di Ditjen Bea dan Cukai mengupayakan peralatan impor milik Blueray Cargo (Grup) lebih sigap keluar dari proses pengawasan di bagian Kepabeanan.

(yoa/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional