Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) resmi melaklukan penandatanganan perubahan status PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI) menjadi BUMN (Persero).
Sebagaimana diketahui, PT DSI dibentuk sebagai upaya pemerintah melakukan ekspor satu pintu untuk komoditas batu bara, minyak kelapa sawit dan juga paduan besi alias ferro aloys.
Penandatanganan perubahan status tersebut terungkap dalam IG resmi milik CEO BPI Danantara Rosan P Roeslani @rosanroeslani. Adapun penandatanganan dilakukan oleh CEO Danantara Rosan, CIO Danantara Pandu Sjahrir dan juga COO Danantara Dony Oskaria.
Dalam akun Instagramnya Rosan menyampaikan, bahwa pembentukan BUMN Khusus Ekspor ialah PT DSI ini intinya adalah sebagai transparansi dalam transaksi. "Keberadaan kami ini nantinya juga justru mau lebih menyempurnakan terutama dari distorsi info ekspor nan mungkin selama ini sudah terjadi," terang dia, dikutip Senin (25/5/2026).
Sebelumnya Rosan menyatakan bahwa Luke Thomas Mahony ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).
Rosan memandang pengalaman Thomas di PT Vale Indonesia Tbk dan sudah lama di bumi perdagangan. Sehingga dinilai mumpuni untuk memimpin PT DSI.
Dia juga memandang Thomas juga lama tinggal di Indonesia. "Ya kita kan memandang banyak pertimbangan juga, ini kan lebih menjadi track record-nya juga dan dia kan sangat memahami juga, pengalaman sebelumnya baik di perusahaan multinasional di Vale dan dia pun bisa Bahasa Indonesia juga, memang istrinya orang Indonesia," kata Rosan, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (22/5/2026).
"Tapi nan paling krusial justru kita lihat pengalaman trading-nya ada, minerals-nya ada, jadi ketua di banyak perusahaan mineral, jadi dan networking-nya juga baik dan nan paling krusial kita lihat selama ini juga di Danantara kerjanya juga sangat-sangat baik," tambahnya.
(pgr/pgr)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·