Polri Bakal Bangun ‘Satu Data Polri’: AI Untuk Prediksi Gangguan Kamtibmas

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Kapolri Listyo Sigit Prabowo saat pelantikan Irjen Pol Yuda Gustawan nan resmi menjabat sebagai Kabaintelkam Polri menggantikan Komjen Pol Dr. Akhmad Wiyagus. Foto: Dok. Istimewa

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap rencana penguatan transformasi digital di tubuh Polri, salah satunya melalui pembangunan sistem 'Satu Data Polri'.

Nantinya sistem tersebut bakal terintegrasi dengan kepintaran buatan (AI) untuk memprediksi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Menurut Sigit, transformasi digital menjadi salah satu konsentrasi reformasi Polri, selain perbaikan struktural, instrumental, kultural, tata kelola, kepemimpinan, dan pengawasan.

“Kemudian mengenai dengan gimana menindaklanjuti catatan dari tim KPRP mengenai dengan transformasi reformasi Polri. Tentunya Polri mempunyai komitmen untuk melakukan perbaikan, ada bagian struktural, bagian instrumental, bagian kultural, tata kelola Polri, sistem kepemimpinan, pengawasan, dan transformasi digital,” kata Sigit saat memberi sambutan dalam aktivitas Rakorwas Kompolnas Polri 2026 di Ancol, Jakarta Utara, Rabu (9/6).

Ia mengatakan, Polri sekarang tengah menyusun Minimal Essential Police Equipment (MEPE), termasuk sistem info terpadu agar seluruh proses dan kebutuhan lembaga bisa terdokumentasi lebih baik.

“Kemudian gimana kita kemudian menyusun satu referensi dalam corak MEPE dan Satu Data Polri ke depan sehingga kemudian semuanya terdata,” ujarnya.

Menurut Sigit, penguatan tata kelola berbasis teknologi info juga ditujukan untuk mendeteksi lebih awal potensi pelanggaran di internal.

“Menyiapkan tata kelola nan lebih baik di bagian SDM, anggaran dengan menggunakan sistem pengawasan nan lebih baik, tadi sudah disampaikan dengan menggunakan teknologi info nan ada sehingga kemudian setiap potensi pelanggaran, setiap potensi adanya fraud, kesalahan, itu bisa dideteksi dari awal sehingga kemudian bisa dilakukan perbaikan,” ucap dia.

Sigit menegaskan, sistem 'Satu Data Polri' nantinya juga bakal menunjang konsep predictive policing. Dengan sistem itu, Polri diharapkan bisa memetakan potensi gangguan kamtibmas sebelum terjadi.

“Kemudian transformasi digital ini tentunya menjadi satu keharusan nan kudu diikuti oleh Polri. Tadi sekilas sudah saya sampaikan gimana ke depan kita membentuk sistem Satu Data Polri di mana Satu Data Polri ini kemudian bisa membantu kita untuk melakukan Predictive Policing,” kata dia.

“Kita bisa tahu apa nan bakal terjadi dalam beberapa waktu satu minggu ke depan, dua bulan ke depan, tiga bulan ke depan mengenai dengan gangguan kamtibmas nan bakal terjadi,” lanjut Sigit.

Selain itu, Sigit menyebut penggunaan AI juga bakal diarahkan untuk mempermudah jasa publik dan meningkatkan transparansi penanganan laporan masyarakat.

“Di satu sisi dengan digital ini kita juga kemudian dengan support AI ini juga bakal memudahkan masyarakat dan lebih mengarah pada hal-hal nan berkarakter transparansi. Misalkan seseorang mau melaporkan maka kronologis peristiwa ataupun kejadiannya dilaporkan dimasukkan maka kemudian muncul pasal. Kurang lebih seperti itu,” ujar dia.

“Ke depan tentunya kita harapkan ini bakal menjadi lebih baik sehingga kemudian isu-isu nan sedikit miring mengenai dengan masalah mulai dari saat laporan ini betul-betul bisa kita lakukan perbaikan,” tutup Sigit.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan