Polisi mengungkap Saepul (26), pelaku pembunuhan dan mutilasi laki-laki berinisial K (51) di sebuah kontrakan di Kota Depok, Jawa Barat (Jabar) membawa kabur barang-barang milik korban. Saepul lampau menjual peralatan korban melalui Facebook.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka menjual peralatan milik korban melalui market place Facebook," kata Kanit 1 Subdit Resmob Polda Metro Jaya, Kompol Dimitri Mahendara saat dihubungi, Minggu (9/8/2026).
Dimitri mengatakan, Saepul menjual murah barang-barang korban. Uang hasil penjualan digunakan untuk kehidupan sehari-sehari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sepeda motor Honda PCX dijual seharga Rp 9,9 juta, sedangkan handphone OPPO Reno 5 dijual seharga Rp 950 ribu. Total hasil penjualan sebesar Rp 10.850.000. Berdasarkan keterangan tersangka, duit hasil penjualan tersebut kemudian digunakan untuk kebutuhan sehari-hari," jelasnya.
Sebagai informasi, Saepul membunuh laki-laki K nan dikenal melalui aplikasi organisasi penyuka sesama jenis, di kontrakannya wilayah Cipayung, Depok, pada 23 Juli 2026. Saepul kemudian memutilasi jasad K dan membuang potongan kaki ke Kali Licin, Depok.
Jasad korban dimasukkan ke dalam karung. Karung isi mayit itu sudah teronggok di tanah kosong di Depok sejak 24 Juli 2026. Warga tak ada nan menyangka karung tersebut berisi jenazah manusia, sampai akhirnya pada Selasa, 4 Agustus penduduk berinisiatif membakar karung nan dikiranya berisi sampah.
Saepul saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Polda Metro Jaya. Atas ulah kejinya itu, Saepul terancam balasan mati.
Kronologi Kejadian
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan, awalnya K berkenalan dengan pelaku Saepul melalui media sosial. Perkenalan itu bersambung hingga keduanya sepakat untuk berjumpa di sebuah kontrakan area Cipayung, Kota Depok.
"Saepul (SA) dan korban berkenalan melalui media sosial sebelum sepakat berjumpa di sebuah kontrakan di wilayah Cipayung pada 23 Juli 2026," ujar Budi kepada wartawan, Rabu (5/8).
Pertemuan keduanya ini rupanya menimbulkan cekcok. Dari cekcok ini, Saepul lantas menghabisi nyawa K dengan menusuknya menggunakan pisau.
"Pertemuan tersebut berujung cekcok hingga pelaku menusuk bagian perut dan menggorok leher korban menggunakan pisau," jelas Budi.
Setelah memastikan K tewas, Saepul berupa menghilangkan jejak. Saepul pun memotong bagian pangkal paha korban, lampau membungkusnya secara terpisah dengan bagian badan korban menggunakan karung.
"Pelaku memutilasi tubuh korban pada bagian pangkal paha, membungkus jasad menggunakan plastik hitam dan karung, kemudian membuang tubuh korban di area Tanah Merah, sedangkan potongan kedua kaki dibuang ke aliran sungai di wilayah Pitara, Pancoran Mas," kata Budi.
Setelah membuang jasad, Saepul langsung membawa kabur sepeda motor milik K. Ia membawanya ke wilayah Panimbang, Pandeglang, Banteng, kemudian menjualnya.
(wnv/dhn)
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·