Anggie Ariesta
, Jurnalis-Minggu, 21 Juni 2026 |16:03 WIB

Nilai tukar rupiah diproyeksikan kembali menghadapi jalan terjal dan berpotensi tertekan selama perdagangan pekan depan. (Foto: Okezone.com/Freepik)
JAKARTA - Nilai tukar rupiah diproyeksikan kembali menghadapi jalan terjal dan berpotensi tertekan selama perdagangan pekan depan. Pada pekan ini, Mata Uang Garuda sukses mencatatkan penguatan tipis.
Melansir info perdagangan pasar spot pada Jumat (19/6/2026), kurs rupiah spot ditutup melemah tipis 0,06 persen ke level Rp17.804 per dolar Amerika Serikat (AS) dibandingkan hari sebelumnya.
Namun, jika dihitung dalam satu pekan, rupiah spot sejatinya tetap menguat 0,31 persen dari posisi Rp17.860 per dolar AS pada Jumat (12/6/2026).
Kondisi serupa tercermin pada kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia nan berada di nomor Rp17.826 per dolar AS pada akhir pekan.
Secara akumulatif mingguan, rupiah JISDOR mencatatkan performa impresif dengan menguat 0,53 persen dari posisi Jumat pekan lampau nan sempat terdampar di level Rp17.921 per dolar AS.
Meskipun pasar domestik sempat mendapatkan angin segar setelah indeks dunia MSCI mempertahankan status Indonesia sebagai pasar negara berkembang (emerging market), rupiah diproyeksikan bakal kembali menghadapi jalan terjal dan berpotensi tertekan pada pekan depan.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·