Rupiah Menguat ke Rp17.840 Usai BI Tahan Suku Bunga di 5,75 Persen

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Anggie Ariesta , Jurnalis-Rabu, 19 Agustus 2026 |16:18 WIB

Rupiah Menguat ke Rp17.840 Usai BI Tahan Suku Bunga di 5,75 Persen

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat pada akhir perdagangan hari ini. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat pada akhir perdagangan hari ini. Rupiah naik 22 poin alias sekitar 0,12 persen ke level Rp17.840 per dolar AS.

Analis pasar duit dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan salah satu sentimen berasal dari aspek eksternal, ialah penanammodal menimbang sinyal nan saling bertentangan dari Teheran dan Washington mengenai status Selat Hormuz bagi pelayaran kapal.

"Presiden AS Donald Trump pada hari Selasa menyatakan bahwa tidak ada pembicaraan nan sedang berjalan dengan Iran dan menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka, sebuah pernyataan nan bertolak belakang dengan klaim Iran bahwa jalur air vital tersebut tetap tertutup bagi lampau lintas pelayaran," tulis Ibrahim dalam risetnya, Rabu (19/8/2026).

Kesepakatan gencatan senjata sementara telah berhujung pada Senin. Seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters bahwa negaranya beranjak ke postur militer nan "sepenuhnya ofensif" akibat kebuntuan diplomatik. Meski demikian, tidak ada laporan mengenai serangan baru dari kedua belah pihak pada Selasa.

Untuk menghindari Selat Hormuz, kabinet Irak menyetujui sistem ekspor minyak mentah Irak melalui perusahaan internasional dan lokal unik serta melalui beragam jalur ekspor, demikian disampaikan pemerintah pada Selasa. Kontrak-kontrak di bawah sistem baru ini bakal bertindak selama tiga bulan mulai 1 September, menurut pernyataan nan dirilis setelah rapat kabinet.

Sementara itu, dua perusahaan pelayaran raksasa asal Tiongkok telah menghentikan pengiriman kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz dan Bab al-Mandeb di tengah bentrok Timur Tengah. Mereka beranjak mengambil muatan minyak di luar wilayah Teluk, menurut keterangan tiga pelaksana industri, pihak pemantau pergerakan kapal tanker, dan seorang agen kapal.

Di tengah situasi tersebut, penanammodal menantikan risalah rapat Federal Reserve bulan Juli nan dijadwalkan dirilis pada Rabu untuk mendapatkan petunjuk mengenai penilaian para kreator kebijakan terhadap inflasi serta langkah nan tepat mengenai suku bunga. Perhatian kemudian bakal beranjak pada pernyataan Ketua The Fed, Kevin Warsh, dalam simposium Jackson Hole pekan depan.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com