Rupiah Menguat ke Rp17.679 imbas Data Tenaga Kerja AS Melemah

Sedang Trending 19 jam yang lalu
Rupiah Menguat ke Rp17.679 imbas Data Tenaga Kerja AS Melemah ilustrasi(Antara)

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat pada perdagangan Kamis. Berdasarkan info pasar, rupiah bergerak naik 84 poin alias 0,47 persen ke posisi Rp17.679 per dolar AS, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya nan berada di level Rp17.763 per dolar AS.

Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa, menjelaskan bahwa performa positif rupiah hari ini didorong oleh rilis info ketenagakerjaan swasta Amerika Serikat (AS) nan lebih rendah dari proyeksi pasar.

“Data ketenagakerjaan swasta AS lebih lemah dari perkiraan, sehingga ekspektasi pasar terhadap arah suku kembang The Fed kembali menjadi perhatian,” ujar Amru di Jakarta, Kamis.

Data Tenaga Kerja AS dan Koreksi Dolar

Laporan ADP Employment Change mencatat penambahan tenaga kerja sektor swasta hanya sebesar 38 ribu pada bulan Agustus. Angka ini berada di bawah ekspektasi pasar nan memprediksi kenaikan 47 ribu, serta lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya nan mencapai 46 ribu.

Kondisi ini memicu pelemahan pada indeks dolar AS (DXY) nan terkoreksi ke area 99,27. Pelemahan greenback memberikan ruang bagi mata duit di area Asia, termasuk rupiah, untuk bergerak di area hijau.

Ringkasan Pergerakan Rupiah Hari Ini:

Indikator Nilai / Posisi
Penutupan Pasar Spot Rp17.679 per Dolar AS
Penguatan Poin 84 Poin (0,47%)
Kurs JISDOR BI Rp17.689 per Dolar AS
Indeks Dolar (DXY) 99,27

Faktor Minyak dan Konflik Geopolitik

Selain aspek info ekonomi AS, Amru menambahkan bahwa koreksi nilai minyak dari level tertingginya turut membantu mengurangi tekanan terhadap mata duit negara-negara pengimpor minyak di Asia.

Terkait eskalasi bentrok antara AS dan Iran, pasar dinilai belum menjadikan rumor tersebut sebagai aspek dominan nan menekan rupiah saat ini. Meskipun ketegangan geopolitik berpotensi meningkatkan ketidakpastian dunia dan nilai energi, pelemahan dolar AS saat ini lebih mendominasi arah pergerakan pasar.

“Penguatan rupiah pada Kamis lebih mencerminkan pelemahan dolar AS dan perubahan ekspektasi terhadap suku kembang AS, sementara akibat dari bentrok AS-Iran tetap menjadi aspek nan perlu diperhatikan ke depan,” pungkasnya.

Sejalan dengan pasar spot, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga menunjukkan penguatan. Rupiah dipatok di level Rp17.689 per dolar AS, menguat dari posisi hari sebelumnya di Rp17.770 per dolar AS. (Ant/E-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia