
Rupiah Melemah ke Rp17.794 per Dolar AS Usai BI Rate Naik Jadi 5,75 Persen (Foto: Okezone)
JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah 32 poin alias sekitar 0,18 persen ke level Rp17.794 per dolar AS pada akhir perdagangan hari ini. Rupiah melemah di tengah keputusan Bank Indonesia (BI) nan meningkatkan suku kembang referensi alias BI Rate sebesar 25 pedoman poin menjadi 5,75 persen
Analis pasar duit Ibrahim Assuaibi mengatakan, salah satu sentimen datang dari eksternal ialah optimisme seputar kesepakatan AS-Iran nan diharapkan dapat meredakan ketegangan di Timur Tengah dan membuka jalan bagi pembukaan kembali jalur ekspor daya utama.
"Memorandum 14 poin tersebut memulai periode negosiasi 60 hari di mana Iran bakal mengizinkan lampau lintas bebas bea melalui Selat Hormuz. Kesepakatan tersebut menyerukan agar lampau lintas melalui selat tersebut dipulihkan ke kapabilitas penuhnya dalam waktu 30 hari," tulis Ibrahim dalam risetnya, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Perjanjian tersebut telah membantu meredakan kekhawatiran bakal guncangan pasokan minyak nan berkepanjangan, mengurangi kekhawatiran tentang inflasi nan didorong oleh daya dan mendukung permintaan emas sebagai lindung nilai portofolio.
Namun, kenaikan dibatasi setelah Federal Reserve mempertahankan suku kembang tetap di 3,50-3,75 persen pada hari Rabu dan memberi sinyal bahwa para kreator kebijakan tetap memandang ruang untuk kebijakan moneter nan lebih ketat di akhir tahun ini. Proyeksi terbaru menunjukkan bahwa sembilan dari 19 pejabat Fed memperkirakan setidaknya satu kenaikan suku kembang pada tahun 2026, sebuah perubahan signifikan dari ekspektasi awal tahun ini.
Dalam pertemuan pertamanya sebagai ketua Fed, Kevin Warsh mempertahankan sikap tegas terhadap inflasi, menekankan komitmen bank sentral untuk memulihkan stabilitas harga. Fed juga meningkatkan perkiraan inflasinya, mendorong penanammodal untuk mengurangi ekspektasi penurunan suku kembang dan meningkatkan nilai dolar.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·