
Rupiah Kembali Menguat, Gubernur BI Ungkap Aksi All Out Intervensi di Pasar Dunia (Foto: Okezone)
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan bahwa bank sentral tidak tinggal tak bersuara memandang pelemahan nilai tukar Rupiah. Rupiah sempat melemah ke Rp17.400 per USD, sekarang kembali menguat ke Rp17.333 per USD.
Perry menyatakan bahwa BI telah menjalankan strategi all out dan bukan sekadar business as usual untuk menjaga stabilitas mata duit Garuda di tengah ketidakpastian global.
Perry menjelaskan bahwa salah satu langkah utama adalah intervensi besar-besaran menggunakan persediaan devisa. Meski posisi persediaan devisa bulan lampau tercatat turun menjadi USD148,2 miliar, nomor tersebut dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan intervensi pasar.
"Tolong diingat, persediaan devisa itu dikumpulkan pada saat panen inflow besar. Makanya kita gunakan untuk pada saat paceklik, pada saat outflow jumlahnya besar. Dan intervensinya itu tidak hanya di dalam negeri, tidak hanya tunai, tapi domestic non-delivery forward (DNDF),” ujar Perry dalam konvensi pers KSSK, Kamis (7/5/2026).
Strategi intervensi nan dilakukan BI sekarang menjangkau pasar internasional secara around the world dan around the clock. BI melakukan intervensi di pusat-pusat finansial bumi seperti Hong Kong, Singapura, London, hingga New York untuk memastikan pergerakan Rupiah tetap terkendali.
Selain intervensi langsung, BI juga menunjuk bank-bank domestik, baik Himbara maupun swasta, untuk aktif melakukan transaksi NDF di luar negeri melalui program pendalaman pasar uang.
Untuk mengompensasi aliran modal keluar (outflow) di pasar saham dan Surat Berharga Negara (SBN), BI mengandalkan instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Hingga saat ini, inflow dari SRBI tercatat mencapai Rp78,1 triliun secara year-to-date (ytd), nan secara efektif menambal outflow di pasar saham (Rp38,6 triliun) dan SBN (Rp11,7 triliun).
“Kalau rekan-rekan kita saham sama SBN outflow, masa SRBI juga kudu outflow. Kan kudu dikompensasi se-inflow kan. Nah secara total memang SRBI inflow-nya itu lebih gede dari net outflow-nya SBN year to date,” kata Perry.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·