Rupiah Ditutup Menguat ke Rp16.863 per Dolar AS

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Anggie Ariesta , Jurnalis-Selasa, 10 Maret 2026 |15:46 WIB

Rupiah Ditutup Menguat ke Rp16.863 per Dolar AS

Rupiah Hari Ini (Foto: Okezone)

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat pada akhir perdagangan Selasa (10/3/2026), naik 86 poin alias sekitar 0,51 persen ke level Rp16.863 per dolar AS.

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan rupiah ini salah satunya didorong sentimen eksternal ialah Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan panggilan telepon dengan Trump dan berbagi proposal nan bermaksud untuk penyelesaian sigap perang Iran, menurut seorang ajudan Kremlin, meredakan kekhawatiran tentang gangguan pasokan nan berkepanjangan.

“Trump mengatakan pada hari Senin dalam sebuah wawancara dengan CBS News bahwa dia berpikir perang melawan Iran sangat komplit dan bahwa Washington jauh lebih maju dari perkiraan jangka waktu awalnya selama empat hingga lima minggu,” tulis Ibrahim dalam risetnya.

Sebagai tanggapan terhadap Trump, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan mereka bakal "menentukan akhir perang," dan Teheran tidak bakal mengizinkan "satu liter minyak pun" diekspor dari wilayah tersebut jika serangan AS dan Israel berlanjut, media pemerintah melaporkan pada hari Selasa, mengutip ahli bicara IRGC.

Namun, nilai tetap berada di bawah tekanan lantaran Trump mempertimbangkan untuk melonggarkan hukuman minyak terhadap Rusia dan melepaskan persediaan minyak mentah darurat sebagai bagian dari serangkaian opsi nan bermaksud untuk menekan lonjakan nilai minyak global, menurut beberapa sumber.

Negara-negara G7 pada hari Senin mengatakan mereka siap untuk menerapkan "langkah-langkah nan diperlukan" sebagai respons terhadap melonjaknya nilai minyak global, tetapi tidak sampai berkomitmen untuk melepaskan persediaan darurat.

Dari sentimen domestik, Cadangan devisa Indonesia dikhawatirkan semakin tergerus seiring pelemahan rupiah akibat tekanan global, terutama imbas perang Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran. Posisi persediaan devisa Indonesia pada Februari 2026 pun sudah semakin menipis, hingga tersisa USD151,9 miliar. Jumlah itu kian susut, dari posisi awal pada Januari 2026 sebesar USD154,6 miliar.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com