Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan pemerintahnya belum menyetujui proposal nan didukung Amerika Serikat (AS) mengenai bentrok di Gaza.
Meski demikian, Israel telah menerima agunan bahwa penarikan pasukan hanya bakal dilakukan setelah Hamas melucuti senjatanya.
Dalam video nan diunggah di media sosial pada Selasa (4/8) malam, Netanyahu mengatakan tim Presiden AS Donald Trump meyakini Hamas dapat dilucuti dan Gaza didemiliterisasi.
"Mereka mengirimkan draf kepada kami. Kami tidak menyetujuinya. Itu bukan draf kami. Kami telah mengirimkan komentar kami," ujar Netanyahu, seperti dikutip AFP.
Sebelumnya, Netanyahu berjumpa dengan Board of Peace nan didukung AS pada Senin (3/8).
Dalam pertemuan itu, dia mendapat agunan bahwa tentara Israel hanya bakal meninggalkan posisi mereka di Gaza setelah Hamas betul-betul melucuti senjata.
Meski demikian, Netanyahu menghadapi tekanan dari mitra koalisi sayap kanan nan mendesaknya untuk menolak proposal tersebut. Sementara itu, pembahasan mengenai rencana AS tetap terus berlangsung.
Trump sendiri telah mengumumkan langkah maju upaya perdamaian di Gaza pada 31 Juli lalu. Namun, Israel tetap meningkatkan serangannya ke Gaza.
Hamas menuding langkah Israel adalah upaya menjegal upaya tenteram di Gaza. Turki, Qatar, dan Mesir sebagai negara-negara mediator juga mengecam sikap Israel.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·