Anggie Ariesta
, Jurnalis-Sabtu, 08 Agustus 2026 |14:16 WIB

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat 0,69 persen. (Foto: okezone.com)
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat 0,69 persen dalam sepekan dibandingkan posisi Rp18.022 per dolar AS pada akhir pekan lalu, setelah ditutup naik 0,15 persen ke level Rp17.897 per dolar AS pada Jumat (7/8/2026).
Sejalan dengan pasar spot, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia pada Jumat (7/8/2026) berada di posisi Rp17.913 per dolar AS.
Secara mingguan, rupiah berasas Jisdor mencatatkan penguatan 0,80 persen dari level Rp18.058 per dolar AS pada pekan sebelumnya.
Analis mata duit dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai dinamika nilai tukar rupiah tetap dibayangi sentimen eksternal, khususnya bentrok geopolitik di Timur Tengah serta arah pergerakan dolar AS.
Ia menyebut eskalasi ketegangan di wilayah tersebut dan ekspektasi penanammodal terhadap arah kebijakan suku kembang AS menjadi perhatian utama pasar.
“Namun, para pedagang tetap berhati-hati lantaran kesepakatan tersebut belum berfaedah pembukaan kembali selat secara penuh; negosiasi mengenai biaya kargo, inspeksi, dan pengaturan keamanan nan lebih luas tetap belum terselesaikan,” tulis Ibrahim dalam risetnya.
Sementara dari dalam negeri, kokohnya posisi persediaan devisa Indonesia memberikan fondasi nan efektif untuk menopang stabilitas rupiah di tengah tekanan pasar global.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·