Rumah di Sleman Sudah 113 Kali Terbakar Misterius, BPBD Pasang CCTV

Sedang Trending 6 hari yang lalu
Agus Yani (61 tahun), pemilik rumah nan terbakar misterius puluhan kali di Seyegan Sleman. Update terkini kebakaran terjadi 81 kali termasuk di ruko nan berada di sisi utara rumah, Selasa (2/6/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

BPBD memasang CCTV di rumah nan berulang kali terbakar secara misterius di Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman. Beberapa mahir mengungkap dugaan penyebab kebakaran, mulai dari gas metana, gas hidrogen, hingga limbah ayam.

"Sebetulnya penjelasannya adalah kita pengin memandang seperti apa asal muasal munculnya api itu," kata Kepala Pelaksana BPBD Sleman Bambang Kuntoro mengungkap argumen pemasangan CCTV tersebut, Selasa (9/6).

Bambang menyebut pihaknya mau memandang proses terjadinya kebakaran.

"Kemunculan api di beberapa spot itu. Sehingga bisa mendapatkan gimana prosesnya," tambahnya.

Rekaman CCTV itu nantinya diharapkan bisa membantu para peneliti untuk menguatkan hasil temuannya.

"Yang kedua, ketika rumah Bu Mutvia nan terdampak ini sering dimasuki orang, jika ada apa-apa nan lenyap alias ada sesuatu nan tidak pas, siapa saja nan masuk bisa termonitor. Termasuk tamu-tamunya siapa saja," katanya.

Ada dua titik nan dipasang CCTV, ialah di ruang tengah dan ruang depan rumah.

113 Kali Kebakaran

Hingga Senin (8/6), tercatat sudah terjadi 113 kali kebakaran di rumah tersebut.

"Sudah 113 kali," kata pemilik rumah, Mutviana, Senin (8/6).

Mutviana mengatakan intensitas kebakaran mulai menurun lantaran saat ini rumahnya semakin banyak didatangi orang.

"Seperti nan sudah dikatakan bahwa gas oksigen itu rebutan dengan manusia. Kalau manusianya banyak nan datang, berfaedah intensitasnya turun. Nah, itu kayake (kayaknya) masuk gitu," katanya.

Para peneliti juga tetap terus berdatangan ke rumah Mutviana. Termasuk tim dari UGM nan telah mengoperasikan perangkat georadar.

"Kalau perangkat kan belum tahu ya hasilnya seperti apa. Kita tunggu dulu hasilnya seperti apa. Tapi jika hasilnya kan tetap tetap kudu menunggu, apalagi BRIN juga sudah datang. Mereka menunggu perangkat nan datang dari Jakarta, tetap menunggu beberapa hari lagi," katanya.

Dengan banyaknya peneliti nan terlibat, diharapkan penyebab kebakaran segera diketahui dan solusi atas musibah ini dapat ditemukan.

"Semoga segera selesai, segera berjumpa titik masalahnya seperti apa," katanya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan