Max Verstappen Frustrasi Finis P4, Minta Red Bull Bekerja Lebih Keras

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Max Verstappen Frustrasi Finis P4, Minta Red Bull Bekerja Lebih Keras Max Verstappen sebut balapannya di GP Barcelona sangat "kesepian" lantaran mobil RB22 kalah sigap dari rival. Isack Hadjar keluhkan masalah start.(Formula 1)

PEMBALAP Red Bull Racing, Max Verstappen, mengakui timnya "perlu bekerja lebih keras" setelah dia menjalani balapan nan "kesepian" dan hanya bisa finis di posisi keempat (P4) pada F1 Grand Prix Barcelona-Catalunya. Sementara itu, rekan setimnya, Isack Hadjar, sukses bangkit dari start nan susah untuk mengamankan posisi keenam (P6).

Sesi kualifikasi sebenarnya sempat membikin kedua pembalap antusias dengan kecepatan mobil RB22 setelah Verstappen dan Hadjar masing-masing mengamankan posisi start kelima dan keenam. Namun, balapan hari Minggu terbukti jauh lebih menantang. Verstappen melintasi garis finis di posisi keempat, tertinggal nyaris 17 detik dari pembalap McLaren, Lando Norris, nan berada di posisi ketiga.

Berbagi pemikiran tentang gimana jalannya balapan, juara bumi empat kali tersebut mengungkapkan keluhannya.

"Cukup kesenyapan sejujurnya bagi saya sepanjang balapan. Tidak banyak nan terjadi – saya sebagian besar hanya mengikuti pertempuran di depan melalui layar, lantaran bagi kami, kami terlalu lambat," ujar Verstappen.

"Pada setiap kompon [ban] kami tidak bisa mengikuti, jadi setiap stint kami kehilangan beberapa detik. Sedikit sulit, tetapi di sisi lain juga nyaris sama dengan gimana seluruh akhir pekan ini berjalan, saya rasa. Di setiap kompon saya hanya kekurangan sedikit kecepatan, jadi kami mencoba melakukan nan terbaik. Saya pikir dari segi strategi kami melakukan pekerjaan dengan baik – itu adalah strategi pemenang, jadi kami tidak bisa mengeluh tentang perihal itu. Kami hanya perlu bekerja lebih keras dan mencoba meningkatkan performa mobil."

Melihat peta persaingan menjelang seri berikutnya di Austria, Verstappen menyebut timnya sudah mengantongi poin-poin krusial nan kudu dibenahi.

"Dengan area-area jelas nan perlu kami tingkatkan. Mobil kekurangan performa di beberapa tempat, tetapi di saat nan sama saya pikir manajemen ban juga, kami tetap sedikit tertinggal ketika berada di lintasan dengan daya tinggi, jadi itu adalah hal-hal nan perlu kami kerjakan," tambahnya.

Di sisi lain kandang mobil Red Bull, balapan Hadjar diawali dengan awal nan berat ketika posisinya merosot jauh ke belakang pada lap pembuka. Meski pembalap asal Prancis tersebut sukses memulihkan posisi seiring berjalannya balapan hingga finis keenam, dia tidak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya mengenai masalah lepas landas (launch) mobilnya.

"Kami hanya perlu membenahi start kami lantaran tidak mungkin untuk terus melangkah seperti itu setiap akhir pekan balapan – ceritanya selalu sama," jelas Hadjar. "Hari ini adalah mimpi buruk, tetapi sepanjang akhir pekan saya memang kesulitan. Ini betul-betul poin nan perlu kami kerjakan, lantaran semua orang telah membikin kemajuan tetapi saya justru mundur. Prosedurnya terlalu sulit, jendelanya terlalu kecil."

Kendati demikian, Hadjar menilai performa timnya sudah sangat baik di luar masalah start tersebut.

"Segala perihal lainnya selain start sangat bagus," tambahnya. "Itulah kenapa ini agak frustrasi – ini seperti perihal nan paling mudah tetapi di saat nan sama adalah perihal nan paling krusial dan kami tidak bisa melakukannya. Segala perihal lain nan sangat sulit, kami melakukannya dengan cukup baik. Saya pikir kecepatan di Kualifikasi bagus, kecepatan balapan saya merasa baik-baik saja – jelas strategi kudu disesuaikan dengan kondisi start. [Kami hanya perlu] start diperbaiki, dan setelah itu baru kita bisa mulai bicara." (Formula 1/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia