loading...
Perisai Baja Berlapis nan Tak Tertembus Guncang Timur Tengah. Foto/ viet
KAIRO - Apakah rudal Steel Dome nan telah memukau bumi itu? Temukan sistem pertahanan udara AI berlapis-lapis Turki, perisai baja tak tertembus nan mengguncang Timur Tengah.
Dalam konteks peperangan modern, nan telah menyaksikan ledakan drone murah, rudal jelajah, dan serangan jenuh, membangun sistem pertahanan udara berlapis telah menjadi kebutuhan nan sangat penting.
Turki terus mendorong pengembanganKubah Baja (Çelik Kubbe), sebuah sistem pertahanan udara komplit buatan dalam negeri nan dirancang untuk menciptakan "perisai baja nan tak tertembus" nan melindungi seluruh wilayah udara nasional.
Berbeda denganIron Dome Israelyang berfokus terutama pada rudal jarak pendek,Steel Domebertujuan untuk memberikan penanggulangan komprehensif terhadap segala perihal mulai dari drone mini hingga jet tempur dan rudal jelajah di beragam ketinggian, dengan konsentrasi pada otonomi teknologi dan integrasi kepintaran buatan (AI).
Rudal L-SAM, Cheongung-II, Haegung, Shingung, sistem pertahanan udara 'tanpa celah' berlapis-lapis, mengguncang DSA 2026.
Steel Domebukanlah sebuah sistem tunggal, melainkan sebuah "sistem dari sistem," nan dikembangkan oleh perusahaan pertahanan terkemuka Turki seperti ASELSAN (terutama bertanggung jawab atas sensor, komando dan kontrol), ROKETSAN (pengembangan rudal), dan TÜBİTAK SAGE.
Sistem ini mengintegrasikan sekitar 47 komponen berbeda, termasuk radar pengawasan, sensor elektro-optik, sistem peperangan elektronik, pusat komando, dan beragam jenis senjata pencegat pada jarak nan berbeda.
Seluruh arsitektur beraksi berasas prinsip berpusat pada jaringan, menciptakan gambaran ruang udara berbareng secara real-time dan mendukung pengambilan keputusan oleh kepintaran buatan (AI).
RUS-PE 'pembunuh' adalah 'pengubah permainan' nan menanamkan rasa takut pada tank musuh di medan perang.
Steel Domedibangun berasas model pertahanan empat lapis (strategis - operasional - taktis - area dekat/garis depan), nan sesuai dengan jarak dan ketinggian nan berbeda, untuk mengoptimalkan penghancuran sasaran sesuai dengan prinsip "lapisan cerdas".
Setiap lapisan menggunakan kombinasi penghancuran langsung (pencegahan peluru) dan penghancuran tidak langsung (perang elektronik, pengacakan sinyal, laser), sehingga menghasilkan penghematan biaya dan peningkatan efektivitas terhadap beragam ancaman.
Lapisan terluar dan tertinggiadalah lapisan strategis, nan ditangani oleh sistemrudal Siper.
Siper Block 1telah dioperasikan dengan jangkauan minimum 100 km, sedangkan Block 2 dan jenis selanjutnya diharapkan mempunyai jangkauan nan lebih jauh (dilaporkan hingga 150 km).
Sistem ini berfokus pada pencegahan pesawat jarak jauh, rudal jelajah, dan ancaman tertentu di ketinggian.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·