Tangguh Yudha
, Jurnalis-Senin, 19 Oktober 2026 |21:03 WIB

Rosan Lapor Prabowo Realisasi Investasi Rp1.539 Triliun hingga September 2026, Serap 2,1 Juta Tenaga Kerja (Foto: Bakom)
JAKARTA - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani melaporkan realisasi investasi di Indonesia mencapai Rp1.539,2 triliun sepanjang Januari-September 2026. Nilai tersebut setara 75,4 persen dari sasaran investasi tahun ini.
Rosan mengatakan capaian investasi ini telah dilaporkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Dalam laporannya, Rosan juga mengungkap bahwa dari total investasi nan terealisasi selama sembilan bulan pertama 2026, sebanyak 2.194.496 tenaga kerja sukses terserap.
"Capaian realisasi investasi triwulan III 2026 mencapai Rp528,7 triliun. Sementara itu, total investasi dari Januari sampai September 2026 mencapai Rp1.539,2 triliun alias 75,4 persen dari target. Total penyerapan tenaga kerja mencapai 2.194.496 orang," kata Rosan dalam konvensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/10/2026).
Secara komposisi, penanaman modal asing (PMA) mendominasi realisasi investasi dengan nilai Rp777,8 triliun alias 50,5 persen dari total investasi. Sementara itu, penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp761,4 triliun alias 49,5 persen.
Berdasarkan wilayah, investasi di luar Jawa tercatat sebesar Rp779,4 triliun alias 50,6 persen dari total investasi. Sementara itu, investasi di Jawa mencapai Rp759,8 triliun alias 49,4 persen.
Rosan menyebut, DKI Jakarta menjadi wilayah dengan realisasi investasi terbesar sepanjang Januari-September 2026, ialah Rp249,3 triliun alias 16,2 persen dari total investasi. Posisi berikutnya ditempati Jawa Barat dengan Rp229,1 triliun alias 14,9 persen.
Selanjutnya, Sulawesi Tengah mencatat investasi Rp116 triliun alias 7,5 perswn, Jawa Timur Rp110,5 triliun alias 7,2 persen, dan Maluku Utara Rp96 triliun alias 6,2 persen.
Dari sisi sektor usaha, transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi mencatatkan realisasi investasi terbesar jika PMDN dan PMA digabungkan, ialah Rp269,2 triliun alias 17,5 persen dari total investasi.
"Kontribusi terbesar PMA berasal dari industri logam dasar, peralatan logam nan bukan mesin dan peralatannya, sebesar Rp216,6 triliun alias 31,7 persen. Sementara itu, sektor dengan realisasi PMDN tertinggi adalah transportasi, gudang, dan telekomunikasi, sebesar Rp117,8 triliun alias 15,5 persen," papar Rosan.
Berdasarkan negara asal investasi, Singapura menempati posisi pertama dengan nilai USD14 miliar alias 29,6 persen. Hong Kong menyusul dengan USD12,8 miliar alias 27,2 persen, diikuti Tiongkok sebesar USD5 miliar alias 10,5 persen. Berikutnya, Amerika Serikat mencatat investasi USD3,4 miliar alias 7,1 persen, sedangkan Jepang sebesar USD2,6 miliar alias 5,6 persen.
"Jika Hong Kong dan Tiongkok digabungkan, nilai investasinya mencapai US$17,8 miliar, lebih besar dibandingkan Singapura nan mencapai US$14 miliar," kata Rosan.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin finance lainnya
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·