Rombongan Pesilat Demo di Polres Surabaya, Minta Usut DC Bacok Petugas Valet

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Massa pesilat memblokade Jalan Kartini, Surabaya, Jumat (31/7/2026). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

Ribuan personil golongan silat menggelar tindakan demonstrasi di depan Mapolrestabes Surabaya, Jalan Sikatan, Surabaya, Jumat (31/7). Aksi ini diduga buntut peristiwa pembacokan debt collector (DC) kepada petugas valet di area Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, Sabtu (25/7) awal hari.

Pantauan kumparan, massa tindakan telah berkumpul di depan Mapolrestabes Surabaya sejak pukul 15.00 WIB. Mereka kebanyakan mengenakan seragam silat berwarna hitam serta membawa sejumlah bendera logo perguruan silat.

Satu mobil komando juga terlihat terparkir di depan Mapolrestabes Surabaya. Sementara, petugas campuran TNI-Polri berjaga di depan gerbang. Salah satu orator di mobil komandan berorasi menenangkan massa nan hadir.

"Mari dulur-dulur merapat, kita buktikan arus bawah PSHT cinta damai, tidak anarkis," ujar orator di depan Mapolrestabes Surabaya, Jumat (31/7).

Ia juga menyampaikan mengenai persoalan dugaan pembacokan nan dilakukan oleh oknum debt collector.

"Kami mengkritik tindakan debt collector nan melakukan telah kekerasan kepada kerabat kami. nan menjadi kebiadaban premanisme nan berkedok debt collector," ucapnya.

"Kami tidak mengganggu ketertiban, tapi mereka seperti jawara, petantang-petenteng bawa senjata, membabi buta, melakukan tindakan pemberontak ke kerabat kami," imbuhnya.

Mereka berambisi pihak kepolisian untuk mengusut tindakan pembacokan nan menimpa petugas valet itu.

"Kami mendesak abdi negara penegak norma mengusut tuntas perkara ini secara objektif dan memberikan kepastian hukum. Kami percaya norma nan setara menjaga kepercayaan publik," kata dia.

Kemudian, sekitar pukul 15.30 WIB, massa tindakan perlahan meninggalkan Mapolrestabes Surabaya. Mereka lampau melakukan konvoi menuju markas DC di Jalan Teuku Umar, Surabaya.

Sekitar pukul 16.00 WIB, massa tiba di Jalan Kartini, dekat Jalan Teuku Umar. Mereka memblokade jalan tersebut. Aparat campuran juga telah melakukan penyekatan di sekitar Jalan Teuku Umar. Sehingga massa tidak sampai masuk ke dalam Jalan Teuku Umar. Saat ini, massa mulai meninggalkan Jalan Kartini.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan