Kepala BSKDN Ajak Bantul Bangun Ekosistem Inovasi dari Sekolah ke Kampus

Sedang Trending 38 menit yang lalu
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo ajak Pemkab Bantul bangun ekosistem penemuan berkepanjangan dari sekolah hingga perguruan tinggi dalam Bantul Innovation Award 2026 di Bantul, Jumat (31/7/2026). Foto: Dok. Kemendagri

Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Yusharto Huntoyungo membujuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul memperkuat ekosistem penemuan melalui kerjasama nan berkepanjangan antara pemerintah wilayah (Pemda), sekolah, perguruan tinggi, dan masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Penjurian Bantul Innovation Award Tahun 2026 di Joglo Ageng Waroeng Omah Sawa, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (31/7/2026).

Menurut Yusharto, tantangan pembangunan wilayah nan semakin kompleks memerlukan sinergi lintas sektor agar beragam hasil penelitian dan penemuan tidak berakhir di laboratorium, tetapi dapat dihilirisasi menjadi solusi nyata bagi masyarakat.

Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo ajak Pemkab Bantul bangun ekosistem penemuan berkepanjangan dari sekolah hingga perguruan tinggi dalam Bantul Innovation Award 2026 di Bantul, Jumat (31/7/2026). Foto: Dok. Kemendagri

Ia menjelaskan, Pemda dapat berkedudukan sebagai pengguna (offtaker) beragam hasil penemuan nan dikembangkan perguruan tinggi. Sebaliknya, perguruan tinggi juga memerlukan kemitraan dengan Pemda agar penelitian nan dilakukan betul-betul menjawab kebutuhan masyarakat.

"Bapak dan Ibu dari beragam fakultas mempunyai banyak penemuan nan andaikan dikoneksikan dengan perangkat wilayah pasti mempunyai hubungan dan faedah bagi penyelenggaraan pemerintahan maupun pelayanan kepada masyarakat," ungkapnya.

Yusharto juga menjelaskan, pihaknya terus mendorong kemitraan antara Pemda dan perguruan tinggi sebagai bagian dari strategi hilirisasi inovasi. Salah satu implementasinya dilakukan melalui kerjasama dengan Universitas Cenderawasih nan melibatkan lebih dari seribu mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk menginisiasi penemuan di Kabupaten Kepulauan Yapen.

Dalam pembekalan tersebut, BSKDN memperkenalkan lebih dari 200 penemuan wilayah dari beragam wilayah di Indonesia, termasuk penemuan asal Kabupaten Bantul, sebagai referensi bagi mahasiswa dalam mengembangkan solusi sesuai kebutuhan masyarakat di letak KKN.

"Kemarin kami dengan Universitas Cenderawasih melepas seribu lebih mahasiswa KKN nan kita bekali sekitar 200-an lebih penemuan dari seluruh Indonesia, termasuk dari Bantul, untuk dikembangkan di Kabupaten Kepulauan Yapen. Demikian ini salah satu corak hilirisasi agar budaya penemuan berkembang luas," ungkapnya.

Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo ajak Pemkab Bantul bangun ekosistem penemuan berkepanjangan dari sekolah hingga perguruan tinggi dalam Bantul Innovation Award 2026 di Bantul, Jumat (31/7/2026). Foto: Dok. Kemendagri

Sejalan dengan itu, menurut Yusharto, ekosistem penemuan juga perlu dibangun sejak jenjang pendidikan dasar dan menengah. Dengan menghadirkan ruang bereksperimen, laboratorium, serta kejuaraan inovasi, wilayah dapat menyiapkan generasi inovator nan bisa menjawab tantangan pembangunan di masa depan.

Melalui kerjasama nan kuat antara Pemda, lembaga pendidikan, dan masyarakat, Yusharto optimistis penemuan wilayah bakal semakin berbobot serta bisa memberikan akibat nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Inovasi tidak bisa dikembangkan sendiri, artinya butuh kerjasama beragam pihak agar manfaatnya dapat betul-betul dirasakan masyarakat," tutupnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan