Jakarta, CNN Indonesia --
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mengapresiasi penguatan tata kelola rumah sakit wilayah di wilayah Jayapura melalui workshop nan digelar di Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (16/4).
Sebab, workshop tata kelola rumah sakit antara RSUP Dr. Sardjito dengan RSUD wilayah Jayapura dinilainya sebagai upaya nan berfaedah bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Tanah Papua.
Ribka menegaskan, penguatan sektor kesehatan sejalan dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam Asta Cita.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam salah satu poin Asta Cita, Ribka menyebut bahwa pemerintah berkomitmen memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), salah satunya di sektor kesehatan. Hal itu diwujudkan, antara lain, melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
"Salah satu misi daripada Bapak Presiden adalah gimana kita melakukan pembangunan di bagian kesehatan ialah kita mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, CKG," ujar Ribka.
Dalam upaya menyukseskan program tersebut, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menugaskan secara unik kepada Ribka untuk mengawal penyelenggaraan program tersebut di wilayah Indonesia Timur.
Secara rutin, Ribka berkoordinasi dengan jejeran gubernur, bupati, dan wali kota untuk memastikan kebijakan tersebut terlaksana dengan baik.
Berdasarkan pengamatannya, Ribka menyoroti perlunya peningkatan kualitas tata kelola pelayanan kesehatan di Tanah Papua, khususnya di tingkat pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas).
Sebab, jasa kesehatan tersebut menjadi garda terdepan keberhasilan program nan diusung Presiden Prabowo Subianto tersebut.
"Bagaimana tugas pemerintah adalah kita memastikan pusat jasa nan paling terdepan di masyarakat, misalnya di tingkat desa di Pustu (Puskesmas Pembantu) dan seterusnya ya. Kita kudu pastikan bahwa masyarakat di sana (Papua) sudah melakukan pemeriksaan kesehatan gratis," tambah Ribka.
Selain program tersebut, Ribka mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah juga tengah melakukan percepatan eliminasi kasus tuberkulosis (TB).
Menurutnya, penanganan tersebut tidak dapat dilakukan secara sepihak oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes), melainkan memerlukan peran aktif dari pemerintah wilayah (Pemda) dan seluruh lapisan masyarakat.
"Saya pikir semangatnya adalah gimana biasanya jika di Kementerian Kesehatan penyuluhan-penyuluhan itu mestinya kita tingkatkan," katanya.
Dalam kesempatan nan sama, Ribka menekankan bahwa kualitas jasa kesehatan nan prima bakal berakibat besar terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Kontribusi tersebut selain bakal dirasakan langsung oleh masyarakat, juga menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung tercapainya Indonesia Emas 2045.
"Jadi kudu menyasar masyarakatnya di 100 tahun [usia negara Indonesia] di 2045 adalah masyarakat nan sehat, masyarakat nan berbobot dari sisi pendidikan, IPM-nya kudu bagus, kemudian pertumbuhan kudu bagus," tandas Ribka.
Turut datang pada aktivitas tersebut Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan Ockti Palupi Rahayuningtyas, Direktur Utama RSUP Dr. Sardjito Romaniyanto beserta jajaran, serta para peserta workshop dari RSUD wilayah Jayapura.
(inh)
Add
as a preferred source on Google
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·