
RI Perkuat Rantai Pasok Bioenergi, Sulap Cangkang Sawit Jadi Listrik (Foto: PLN EPI)
JAKARTA - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkuat strategi ketahanan daya nasional melalui pengembangan rantai pasok bioenergi nan terintegrasi. Hal ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan PT Kalimantan Powerindo untuk pengembangan dan pengelolaan bioenergi pada Kamis 2 April 2026.
Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir mengatakan, biomassa menjadi komponen krusial dalam menjaga keandalan pasokan daya sekaligus mendukung transisi menuju sasaran net zero emission (NZE) 2060. PLN EPI, sebagai subholding daya primer, mempunyai mandat memastikan kesiapan daya nan tidak hanya andal, tetapi juga berkelanjutan.
"Penguatan ekosistem biomassa tidak bisa dilakukan secara parsial. Kita perlu kerjasama dari hulu hingga hilir, mulai dari sumber pasok, pengolahan, logistik, hingga pemanfaatannya," ujar Hokkop dalam keterangannya, Jakarta, Minggu (5/4/2026).
Dia menambahkan, penguatan ekosistem biomassa memerlukan pendekatan menyeluruh dari hulu ke hilir. PLN EPI mendorong integrasi rantai pasok melalui pengembangan skema hub dan sub-hub nan memungkinkan konsolidasi bahan baku, standarisasi kualitas, serta efisiensi pengedaran ke pembangkit.
"Melalui pendekatan hub, kita tidak hanya mengamankan pasokan, tetapi juga menciptakan efisiensi logistik dan kepastian kualitas biomassa. Ini menjadi fondasi krusial untuk memastikan keberlanjutan program cofiring di PLTU," katanya.
Lebih lanjut, Hokkop menekankan bahwa dinamika geopolitik dunia mendorong pentingnya diversifikasi daya berbasis sumber daya dalam negeri.
“Energi fosil ke depan bakal menjadi buffer, sementara daya terbarukan seperti biomassa kudu mulai kita sorong sebagai sumber utama. Di sinilah peran PLN EPI untuk memastikan kesiapan ekosistemnya,” tambahnya.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·