Alasan Pramono Bongkar JPO 'Love-Hate Relationship'

Sedang Trending 1 jam yang lalu

JPO nan lebih baru bakal dipertahankan dan ditingkatkan fasilitasnya. Pemprov DKI juga bakal memperbaiki aspek perawatan agar akomodasi tersebut lebih mudah dan nyaman digunakan masyarakat.

Pramono memastikan akses bagi penyandang disabilitas menjadi salah satu perhatian dalam perbaikan tersebut, termasuk memastikan lift dapat berfaedah dan menunjang kebutuhan pengguna.

"Dan nan baru kelak sepenuhnya maintenance-nya (perawatan) kita perbaiki, kita permudah, termasuk lift dan sebagainya nan sudah kita lakukan pengecekan sehingga mudah-mudahan tidak lagi 'Love and Hate', tidak lagi 'Love and Love', alias Love-nya satu aja," terang Pramono.

Keberadaan dua JPO di Jalan HR Rasuna Said sebelumnya menjadi perhatian publik dan viral di media sosial dengan julukan JPO "Love-Hate Relationship". Kedua JPO tersebut berada berdekatan dan mempunyai kegunaan nan pada dasarnya sama, ialah sebagai akomodasi penyeberangan sekaligus mendukung akses masyarakat menuju transportasi umum, termasuk jasa Light Rail Transit (LRT).

Namun, kedua JPO tersebut mempunyai perbedaan dari sisi usia dan desain. JPO lama merupakan akomodasi nan dibangun Pemprov DKI Jakarta sejak puluhan tahun lalu, sedangkan JPO lainnya merupakan akomodasi nan lebih baru dan berangkaian dengan LRT serta KAI.

"Yang satu, nan dibuat oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu lebih lama (umurnya), jika dilihat desainnya, pasti kreasi tahun 80-an alias 90-an awal. Sementara, nan satu dibuat oleh LRT dan juga KAI, ini nan lebih baru," ungkap Pramono.

Menurut Pramono, keberadaan dua JPO dengan kegunaan serupa di letak nan berdekatan juga mencerminkan persoalan dalam pembangunan akomodasi publik pada masa lalu.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita