Jakarta, CNBC Indonesia-Indonesia mempunyai posisi nan strategis dan high profile di tingkat internasional. Peran aktif Indonesia dalam mendorong stabilitas, perdamaian, dan kerja sama internasional turut memperkuat posisi kepemimpinan Indonesia di mata dunia.
Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam aktivitas Focus Group Discussion (FGD) The Agreement on Reciprocal Trade (ART) Indonesia - Amerika Serikat di Balai Senat Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Rabu (15/4/2026).
Dalam beragam forum global, Indonesia dipandang sebagai mitra nan mempunyai pengaruh dan kredibilitas, sehingga sering menjadi prioritas dalam proses perbincangan maupun perundingan strategis.
"Nah ini mungkin nan mempermudah untuk kita menyelesaikan seluruh perundingan. Kalau Indonesia tidak high profile, Indonesia tidak menjadi prioritas. Dengan Amerika misalnya, Indonesia kan sebetulnya positif neraca perdagangan dengan Amerika USD20 miliar, namun Indonesia tetap menjadi prioritas," kata Airlangga.
Airlangga menegaskan bahwa putusan Mahkamah Agung AS tidak membatalkan perjanjian dengan Indonesia, lantaran klausul perjanjian telah memenuhi proses norma di masing-masing negara. Namun demikian, dengan adanya putusan Mahkamah Agung AS, pemerintah AS saat ini memerlukan dasar norma tambahan di luar Pasal 122 Undang-Undang Perdagangan AS, sehingga meluncurkan Investigasi Section 301 mengenai dugaan dumping dan rumor lainnya, dengan konsentrasi pada excess capacity dan forced labor, dimana Indonesia turut masuk dalam proses penyelidikan.
Pemerintah Indonesia telah menyiapkan respons nan bakal disampaikan pada 15 April 2026. Proses ini bakal bersambung hingga tahap konsultasi dengan USTR pada 12 Mei 2026.
Seluruh proses perundingan The Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat senantiasa dilakukan melalui komunikasi nan intensif dengan beragam pemangku kepentingan. Pemerintah juga secara konsisten menyampaikan perkembangan setiap tahap perundingan kepada publik melalui media massa, sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas dalam proses ART Indonesia-Amerika Serikat.
AS mempunyai posisi nan secara konsisten menjadi penyumbang surplus perdagangan tertinggi sekaligus salah satu destinasi ekspor terbesar bagi Indonesia.
"Selanjutnya dengan Amerika. Kenapa Amerika penting? Karena sebetulnya neraca jual beli nan positif tertinggi itu dengan Amerika. Amerika mengimpor produk manufaktur Indonesia. Minyak sawit, elektronik, sepatu, tekstil, furniture, dan nan lain. Itu nan membedakan Amerika dengan negara lain," ungkapnya.
Rangkaian pertemuan bilateral menghasilkan penurunan tarif terhadap sejumlah produk Indonesia, termasuk penyesuaian tarif dari sebelumnya 32% menjadi sekitar 19% untuk komoditas tertentu, serta kesempatan pembebasan tarif (0%) bagi 1.819 produk terpilih.
Kebijakan ini memberikan perlindungan sekaligus dorongan kuat bagi industri padat karya dalam negeri nan menyerap sekitar 5 juta tenaga kerja. Selain itu, kerja sama ekonomi bilateral dengan AS semakin diperkuat di beragam sektor strategis, termasuk pangan, industri, energi, dan teknologi, serta mendorong penguatan kerja sama pada bagian ekonomi digital, keamanan ekonomi, serta penyelesaian halangan non-tarif.
Indonesia berperan-serta aktif dalam forum dunia seperti IEU-CEPA, RCEP, I-EAEU CEPA, BRICS, G20, OECD, RCEP, ASEAN, dan CPTPP. Di saat nan sama, negosiasi tarif dengan Amerika Serikat turut membuka kesempatan peningkatan ekspor industri padat karya dan pembuatan lapangan kerja.
Pemerintah juga terus memperkuat kerja sama ekonomi bilateral Indonesia dengan beragam negara mitra. Sejumlah perjanjian telah sukses diselesaikan, antara lain dengan Jepang, Pakistan, Palestina, Chile, Australia, Mozambik, Korea, Iran, Peru, Kanada, dan Tunisia.
Sementara itu, sejumlah perundingan lainnya tetap terus berlangsung, termasuk dengan MERCOSUR, area Teluk (Gulf countries), serta Pakistan, Bangladesh, Sri Lanka, Maroko, Turkiye, dan Uzbekistan, nan seluruhnya menunjukkan komitmen untuk menyelesaikan proses tersebut dalam waktu dekat.
Memasuki triwulan II tahun 2026, perekonomian Indonesia berada dalam posisi nan kuat. Kombinasi inflasi nan terkendali, surplus perdagangan nan telah berjalan selama 70 bulan berturut-turut, serta tingginya kepercayaan konsumen menciptakan fondasi nan kokoh bagi pertumbuhan ekonomi.
Di sisi lain, sektor finansial tetap menunjukkan keahlian nan solid, tercermin dari pertumbuhan simpanan perbankan serta ekspansi angsuran nan berjalan stabil.
"Tingkat kemiskinan kita turun menjadi 8,25%. Gini ratio kita turun, unemployment kita juga turun. Dan pembuatan lapangan kerja sepanjang tahun 2025 adalah 2,71 juta tenaga kerja baru," jelasnya.
Airlangga menegaskan bahwa beragam program prioritas Presiden Prabowo Subianto dirancang untuk memberikan faedah langsung bagi masyarakat, khususnya golongan berpendapatan rendah. Program Makan Bergizi Gratis serta penguatan Koperasi Merah Putih di tingkat desa menjadi bagian dari upaya Pemerintah untuk memperkuat kesejahteraan rakyat, menjaga stabilitas nilai kebutuhan pokok, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Turut datang dalam kesempatan tersebut diantaranya ialah Rektor Universitas Gadjah Mada Ova Emilia, ketua Senat Akademik Universitas Gadjah Mada Sulistiowati, Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama Universitas Gadjah Mada Danang Sri Hadmoko, Ketua Dewan Guru Besar UGM M. Baiquni, Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto, serta sejumlah personil Majelis Guru Besar (MGB) Universitas Gadjah Mada
(mij/mij)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·