RI Kejar IEU CEPA Mulai Tahun Depan, 90,4% Pos Tarif Langsung Jadi 0%

Sedang Trending 6 jam yang lalu

Jakarta -

Untuk memperkuat hubungan ekonomi antara Indonesia dan Uni Eropa serta mempercepat penerapan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA), Pemerintah Indonesia melaksanakan perbincangan krusial dengan Delegasi Uni Eropa dan para Duta Besar Negara-Negara Anggota Uni Eropa.

"Kami tadi menyampaikan apresiasi kepada Delegasi Uni Eropa dan para Duta Besar negara-negara Uni Eropa atas kehadiran pada kesempatan ini. Kami memandang IEU CEPA sebagai game changer untuk memperkuat perdagangan, investasi, diversifikasi rantai pasok, dan ketahanan ekonomi bilateral di area ASEAN/Indo-Pasifik," ujar Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, di Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Apabila IEU CEPA diimplementasikan mulai awal tahun depan, maka Indonesia bakal memperoleh akses pasar berupa 90,4% pos tarif langsung menjadi 0%, dan 8,37% berkurang bertahap, nan mana diharapkan bakal memperluas ekspor sawit, dasar kaki, kopi, furnitur, pertanian/perikanan, dan telekomunikasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan, bagi Uni Eropa bakal mendapatkan akses pasar Indonesia nan lebih luas bagi industri alias konsumen Eropa serta pasokan produk nan lebih kompetitif.

"Dari perkembangan IEU CEPA, pengarsipan dalam jenis bahasa Inggris sudah segera diselesaikan, dan ditargetkan di bulan Oktober mudah-mudahan bisa ditandatangani. Sesudah ditandatangani bakal dibawa ke Parlemen Uni Eropa untuk mendapatkan ratifikasi. Di Indonesia sendiri, Pak Menteri Perdagangan sudah berkonsultasi dengan DPR. Indonesia bakal menggunakan sistem Perpres lantaran sudah didiskusikan dengan DPR, sehingga implementasinya bakal lebih cepat," jelas Airlangga.

Dengan diratifikasinya Perjanjian IEU CEPA, Indonesia berambisi bakal membuka potensi investasi nan bakal masuk ke negara ini. Indonesia mendorong investasi Uni Eropa pada sektor berbobot tambah tinggi, semisal manufaktur maju, daya terbarukan, EV, digital, farmasi, guna mendukung transfer teknologi dan transformasi industri domestik.

"Sekarang Eropa juga menjadi salah satu mitra investasi Indonesia sebagai sektor, dan bagi Eropa juga. Terlihat dalam beberapa waktu belakangan, banyak sekali Indonesia mendapatkan kunjungan dari negara-negara Eropa dan mereka membawa business delegation nan besar," jelas Menko Airlangga.

Airlangga menambahkan Generalised Scheme of Preferences (GSP) Indonesia bakal berhujung pada akhir tahun ini, sehingga dengan segera diratifikasinya perjanjian IEU CEPA bakal mengikis kesenjangan nan mungkin terjadi untuk mengimplementasikan perjanjian tersebut.

Di sisi lain, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia and Brunei Darussalam, Y.M. Denis Chaibi mengapresiasi pihak Indonesia nan sudah mengadakan agenda hari ini.

"Ini adalah kesempatan dahsyat bagi Negara-Negara Anggota Uni Eropa untuk menyatakan komitmen politik mereka untuk menandatangani CEPA sesegera mungkin, dan untuk menindaklanjuti proses ratifikasi seperti nan dijelaskan oleh Pak Menko Airlangga. Ratifikasi ini bakal memicu minat nan kuat untuk berinvestasi di Indonesia bagi perusahaan-perusahaan Eropa," terang Denis.

Denis juga sependapat dengan Menko Airlangga bahwa ke depannya bakal semakin banyak menteri, delegasi bisnis, apalagi family kerajaan dari Eropa nan bakal berjamu ke Indonesia, dan salah satunya untuk memanfaatkan sisi positif dari keberadaan IEU CEPA ini.

Termasuk pada akhir Oktober alias awal November nanti, Komisioner Perdagangan dan Keamanan Ekonomi Uni Eropa Maros Sefcovic juga bakal berjamu ke Indonesia.

"Selain itu, pertemuan semacam ini memungkinkan Negara-Negara Anggota Uni Eropa untuk lebih banyak berinteraksi dengan kementerian terkait, sehingga kita dapat mempersiapkan penerapan CEPA dan membuka potensi investasi seperti nan telah Pak Menko Airlangga sebutkan. Kami sangat senang bahwa APINDO juga mengusulkan Joint Task Force sehingga pelaku upaya dapat terlibat dalam persiapan CEPA, baik di tingkat teknis maupun secara bilateral dengan Negara-Negara Anggota Uni Eropa," beber Dubes Denis.

(hns/hns)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance