The Floating World – The Floating World merupakan novel karya Axie Oh, penulis kitab terlaris New York Times, The Girl Who Fell Beneath the Sea.
Novel ini memadukan nuansa epik seperti dalam Final Fantasy dengan atmosfer khayalan gelap ala Shadow and Bone, menghadirkan kisah romantis khayalan nan terinspirasi dari legenda Korea tentang Gadis Surgawi.
The Floating World merupakan novel khayalan romantis untuk pembaca Young Adult yang mengangkat kembali mitologi Korea dalam bebatan cerita modern. Kisahnya berpusat pada Sunho, seorang anak laki-laki dari Dunia Bawah nan kehilangan sebagian besar ingatannya.
Ia mendapat tugas untuk menangkap seorang gadis nan mempunyai kekuatan sihir. Gadis itu adalah Ren, sosok ceria nan bekerja sebagai akrobat dalam sebuah golongan pertunjukan, tetapi diam-diam kudu menyembunyikan keahlian magisnya dari orang lain.
Grameds dapat menemukan The Floating World jenis terjemahan Bahasa Indonesia nan diterbitkan oleh Elex Media Komputindo pada 7 Maret 2026 dengan jumlah 328 halaman.
Sebelum menyimak sinopsis dan ulasan ceritanya, mari berkenalan lebih dulu dengan Axie Oh, penulis di kembali kisah nan memikat ini.
Profil Axie Oh – Penulis Novel The Floating World
Axie Oh adalah penulis kitab terlaris New York Times nan dikenal melalui sejumlah karya terkenal seperti The Girl Who Fell Beneath the Sea, XOXO, ASAP, duologi The Floating World, serta seri Rebel Seoul. Ia lahir di New York City dan tumbuh besar di New Jersey.
Axie Oh menempuh pendidikan S1 di University of California San Diego dengan konsentrasi pada sejarah Korea dan penulisan kreatif. Ia kemudian melanjutkan studi dan meraih gelar MFA dalam Penulisan untuk Anak Muda dari Lesley University.
Di luar menulis, dia mempunyai beragam kegemaran seperti menikmati K-pop, menonton anime, mengoleksi perlengkapan perangkat tulis, serta menikmati teh susu. Saat ini, dia menetap di Las Vegas berbareng dua anjing kesayangannya, Toro dan Leila.
Sinopsis Novel The Floating World


Sunho menjalani kehidupannya di Kota Kolong, sebuah tempat nan tak pernah tersentuh cahaya. Dua tahun sebelumnya dia terbangun tanpa ingatan tentang masa lalunya, hanya memegang sebuah pedang dan mengetahui namanya sendiri.
Sejak saat itu, dia memperkuat hidup dengan menerima beragam pekerjaan berisiko. Hingga suatu hari, dia mendapat tawaran untuk memburu seorang gadis nan mempunyai keahlian memanggil cahaya.
Di tempat lain, Ren hidup sebagai akrobat nan ceria berbareng family angkatnya. Kehidupan sederhana nan dia jalani berubah drastis ketika sebuah pagelaran berhujung dengan tragedi.
Serangan setan memaksanya menggunakan kekuatan nan selama ini dia sembunyikan. Cahaya perak nan dia lepaskan sukses menyelamatkan banyak orang, tetapi juga merenggut sesuatu nan paling berbobot baginya.
Demi menyelamatkan orang nan dia cintai, Ren memulai perjalanan menuju tanah nan pernah dia tinggalkan, tempat asal kegelapan nan selama ini dia hindari.
Perjalanan itu mempertemukannya dengan Sunho. Ren tidak mengetahui bahwa pemuda nan menemaninya adalah salah satu pemburu nan sedang mengejarnya.
Di sisi lain, Sunho juga tidak sadar bahwa gadis nan mulai dia lindungi justru merupakan sosok nan menjadi sasaran misinya. Ketika sinar dan kegelapan semakin mendekat, keduanya nan sama-sama menyimpan luka kudu menghadapi pilihan besar, menerima takdir nan telah ditetapkan alias berjuang untuk mengubahnya.
Kelebihan dan Kekurangan Novel The Floating World
Pros & Cons
Pros
- Konsep cerita nan menarik.
- World building nan menakjubkan.
- Alur cerita dinamis.
- Tema emosional nan menyentuh.
- Karakter nan manusiawi.
- Gaya penulisan indah.
Cons
- Narasi kurang mendalam.
- Bagian akhirnya terkesan terburu-buru.
- Dialog nan kaku.
Kelebihan Novel The Floating World
Novel The Floating World karya Axie Oh menjadi karya nan menyajikan banyak kelebihan nan sukses memukau banyak pembaca mancanegara, nan segera bisa dinikmati di Indonesia.
- Konsep cerita nan menarik
The Floating World menghadirkan beragam komponen nan membikin aliran khayalan Young Adult begitu digemari. Ceritanya menampilkan bumi unik nan dipenuhi makhluk gaib dari mitologi, bentrok antarbangsa nan dipicu pengkhianatan, hingga sekelompok remaja dengan latar belakang berbeda, beberapa di antaranya mempunyai kekuatan magis.
Unsur romansa nan datang di tengah petualangan juga semakin memperkaya daya tarik kisah ini.
- World building nan menakjubkan
Salah satu kelebihan utama novel ini terletak pada pembangunan dunianya nan imajinatif dan penuh imajinasi.
Pembaca diajak menjelajahi beragam tempat nan tidak biasa, mulai dari perjalanan kereta para tentara bayaran, Dunia Bawah nan gelap dan dipenuhi awan biru berbisa serta tambang berbahaya, hingga bumi nan betul-betul melayang di atas segalanya—semua digambarkan secara hidup tanpa terasa berlebihan.
- Alur cerita dinamis
Cerita bergerak dengan tempo nan sigap namun tetap padat dengan beragam peristiwa penting.
Unsur emosional dalam kisah ini juga terasa kuat, mulai dari bentrok berdarah, kesedihan, kehilangan ingatan, penelitian ilmiah, hingga hubungan family baik nan nyata maupun nan terbentuk sepanjang perjalanan.
- Tema emosional nan menyentuh
Di kembali petualangan dan pertarungan nan intens, novel ini menyimpan sisi emosional nan lembut. Kisahnya juga membahas trauma nan diwariskan maupun nan dialami langsung oleh para tokohnya, sekaligus perjalanan mereka untuk bangkit dan menemukan kembali jati diri serta ingatan nan sempat hilang.
- Karakter nan manusiawi
Tokoh-tokoh dalam cerita ini terasa menarik lantaran tidak digambarkan terlalu sempurna. Setiap karakter mempunyai tujuan, luka, dan bentrok masing-masing.
Interaksi di antara mereka terasa hangat, natural, dan kadang manis, sehingga pembaca lebih mudah terhubung dengan perjalanan para tokohnya.
- Gaya penulisan indah
Gaya menulis Axie Oh nan imajinatif bisa menghidupkan bumi khayalan dalam cerita ini. Setiap tempat nan dijelajahi para karakter digambarkan dengan perincian nan bagus sehingga pembaca dapat membayangkan suasana bumi tersebut dengan jelas.
Kekurangan Novel The Floating World
Meskipun Novel The Floating World karya Axie Oh menawarkan banyak kelebihan, kitab ini tetap tidak luput dari kekurangan nan bisa ditingkatkan lagi.
- Narasi kurang mendalam
Walaupun konsep ceritanya menarik, penyampaian narasi terkadang terasa belum terlalu mendalam. Hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh panjang novel nan relatif singkat.
Kalau saja cerita ini mempunyai tambahan sekitar 50 hingga 100 halaman, pembangunan bumi dan bentrok nan ada mungkin bisa digali dengan lebih menyeluruh.
- Bagian akhirnya terkesan terburu-buru
Bagian akhir cerita berjalan cukup cepat. Beberapa pembaca mungkin berambisi segmen tindakan di bagian klimaks diberi ruang nan lebih panjang agar ketegangan, drama, dan emosi nan muncul terasa lebih kuat.
Selain itu, sejumlah karakter sampingan juga terasa memerlukan porsi cerita nan lebih banyak.
- Dialog nan kaku
Di beberapa bagian, perbincangan antar tokoh terasa kurang hidup dan sedikit kaku. Hal ini membikin percakapan tertentu terasa datar dibandingkan dengan bagian lain nan penuh tindakan dan emosi.
Pengertian Takdir
Secara umum, takdir dipahami sebagai pendapat bahwa beragam peristiwa dalam kehidupan manusia telah ditentukan alias dipengaruhi oleh kekuatan nan berada di luar kendali individu.
Di luar perspektif agama, konsep takdir sering dibahas melalui beberapa pendekatan berikut:
- Sudut Pandang Filsafat (Determinisme)
Dalam makulat terdapat pandangan nan dikenal sebagai Determinism. Pandangan ini menyatakan bahwa setiap peristiwa, termasuk tindakan manusia, merupakan hasil dari rangkaian karena dan akibat nan telah terjadi sebelumnya.
- Analogi: Fenomena ini sering diibaratkan seperti rangkaian domino. Ketika satu keping jatuh, keping lainnya bakal ikut tumbang secara berurutan.
- Pandangan: Menurut mengerti ini, kebebasan memilih sebenarnya sangat terbatas. Keputusan nan diambil seseorang dipengaruhi oleh beragam aspek seperti genetika, pola asuh, serta lingkungan tempat dia tumbuh.
- Sudut Pandang Sains (Fisika Klasik & Biologi)
- Fisika: Dalam kerangka Newton’s Laws of Motion, alam semesta pernah dipandang sebagai sistem mekanis. Jika posisi dan kecepatan setiap partikel dapat diketahui secara tepat, maka secara teoritis masa depan dapat diprediksi. Konsep ini sering disebut sebagai alam semesta mekanistik.
- Biologi (Determinisme Genetik): Sebagian intelektual juga memandang peran besar aspek genetik dalam menentukan arah kehidupan seseorang. Melalui konsep Genetic Determinism, sifat-sifat tertentu seperti kecenderungan penyakit, karakter dasar, apalagi potensi kepintaran dianggap telah dipengaruhi oleh DNA sejak seseorang dilahirkan.
- Sudut Pandang Psikologi
Dalam psikologi, takdir sering dipahami sebagai pola hidup nan terbentuk dari pengalaman masa lalu. Konsep ini kadang disebut sebagai life script alias naskah kehidupan, ialah pola perilaku nan terbentuk sejak masa kanak-kanak.
Pengalaman awal, pola pengasuhan, maupun trauma nan tersimpan di alam bawah sadar dapat mempengaruhi keputusan dan perilaku seseorang di masa depan.
Carl Jung pernah mengungkapkan pendapat nan terkenal: sampai seseorang menyadari pengaruh alam bawah sadarnya, kekuatan tersebut dapat mengarahkan hidupnya dan sering kali dianggap sebagai takdir.
- Fatalisme
Pandangan lain nan lebih ekstrem adalah Fatalism. Aliran ini beranggapan bahwa hasil akhir dari setiap peristiwa telah ditentukan sejak awal. Apa pun nan dilakukan manusia tidak bakal mengubah hasil tersebut. Pandangan ini sering melahirkan sikap pasrah sepenuhnya terhadap keadaan lantaran masa depan dianggap sudah terkunci.
Penutup
Jika Grameds menikmati kisah dengan bumi nan dibangun secara detail, alur cerita nan memikat, romansa nan lembut namun tetap emosional, serta nuansa sihir nan terinspirasi dari mitologi, maka The Floating World layak menjadi salah satu pilihan referensi Young Adult yang tidak boleh dilewatkan.
Bagaimana Grameds? Apakah Anda sudah penasaran dengan novel The Floating World karya Axie Oh ini? Kalau iya, Anda bisa dapatkan novel ini di Gramedia.com, ya!
Untuk mendukung Anda #TumbuhBermakna, kami selalu siap memberikan info dan produk terbaik untuk kamu.
Penulis: Gabriel
Rekomendasi Buku
The Girl Who Fell Beneath the Sea


Badai mematikan telah merusak tanah kelahiran Mina selama beberapa generasi. Banjir menyapu seluruh desa, sementara perang berdarah dikobarkan untuk memperebutkan sumber daya nan tersisa.
Masyarakat di desa Mina memercayai bahwa Dewa Laut mengutuk mereka dengan kematian dan keputusasaan. Dalam upaya untuk menenangkan Dewa Laut, setiap tahun seorang gadis elok dibuang ke laut untuk menjadi pengantin Dewa Laut, dengan angan suatu hari “pengantin sejati” bakal dipilih dan mengakhiri penderitaan mereka.
Shim Cheong adalah gadis tercantik di desa, sekaligus kekasih Joon. Banyak nan percaya dia merupakan pengantin sejati Dewa Laut. Akan tetapi, pada malam Cheong hendak dikorbankan, Joon mengikuti Cheong, meski tahu bahwa ikut kombinasi bakal dihadiahi balasan mati.
Untuk menyelamatkan kakaknya, Mina terjun ke air menggantikan Cheong. Kecantikan Mina memang tidak sebanding dengan para pengantin terdahulu. Tapi dia sudah tersapu ke Alam Roh. Kini Mina tak punya banyak waktu untuk menemukan Dewa Laut sebelum dirinya sendiri berubah menjadi arwah. Berbekal keahlian mendongeng dan support para arwah, Mina kudu sukses menemukan Dewa Laut.
Xoxo


Jenny mendedikasikan hidupnya bermain dan berlatih selo agar diterima di sekolah musik impiannya. Hingga dia berjumpa laki-laki tampan dan misterius.
Dalam momen spontan itu, Jenny membiarkan dirinya bebas dan menikmati petualangan semalam nan tak terlupakan… sebelum laki-laki itu menghilang tanpa kabar.
Tiga bulan kemudian, Jenny kembali berjumpa laki-laki itu. Bukan hanya berguru di tempat nan sama, Jaewoo rupanya juga personil salah satu grup K-pop terbesar di dunia!
Semakin mengenal Jaewoo, Jenny semakin tidak bisa memilih antara masa depan nan sudah dia rancang bertahun-tahun dan ledakan-ledakan manis penuh warna kehidupan Seoul.
The Silence of Bones


Aku punya mulut, tapi tak boleh bicara;
Telinga, tapi tak boleh mendengar;
Mata, tapi tak boleh melihat.
Tahun 1800, Joseon (Korea).
Seol gadis yatim-piatu berumur enam belas tahun. Ia bagai kena kutukan “Semoga kau menjalani hidup nan menarik”, lantaran hidupnya sungguh penuh cobaan.
Seol bekerja di instansi kepolisian dan ditugaskan membantu pengawas muda nan disegani untuk menyelidiki pembunuhan wanita bangsawan nan penuh dengan nuansa politik.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·