loading...
Lonjakan aktivitas pembuatan gambar berbasis kepintaran buatan menempatkan Indonesia di garis depan revolusi visual digital Asia. Foto: Gemini
JAKARTA - Indonesia sekarang bukan lagi sekadar penonton di industri kepintaran buatan global. Sejak OpenAI meluncurkan ChatGPT Images 2.0 pada 22 April lalu, posisi Indonesia langsung melesat.
Indonesia masuk golongan elit di Asia. Bersama Singapura, Jepang, Thailand, dan Taiwan.
Pertumbuhannya nyata. Bukan sekadar nomor di atas kertas. Jumlah pembuatan gambar harian (daily image-generation turns) di Indonesia melonjak sekitar 70 persen. Angka 70 persen ini dihitung dari rata-rata minggu pertama peluncuran.
Ini membuktikan satu hal: keterlibatan pengguna di Tanah Air sangat berkelanjutan. Ini bukan tren musiman nan sigap layu.
Orang Indonesia rupanya sangat adaptif. Mulai dari ekspresi diri nan sifatnya santuy hingga urusan upaya nan pelik. Semua divisualisasikan lewat prompt.
Selama satu bulan terakhir, ChatGPT Images 2.0 banyak digunakan untuk kreasi sosial nan ekspresif. Ada nan membikin stiker. Ada nan merancang avatar pribadi. Banyak juga nan memproduksi gambar dengan estetika ala anime.
Urusan praktis sehari-hari juga jalan. Banyak nan memanfaatkan fitur ini untuk membikin foto headshot ahli tanpa kudu ke studio foto.
Ada nan membikin kartu pos kustom. Bahkan sampai membikin ilustrasi tata ruang kerja pribadi nan estetik.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·