Review Buku Madilog

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

MadilogBagaimana jika satu kitab bisa “membongkar ulang” langkah Anda berpikir, sampai ke… akar-akarnya?

Madilog: Materialisme, Dialektika, dan Logika adalah karya legendaris Indonesia nan sejak pertama kali terbit pada tahun 1943 terus memperkuat sebagai referensi nan relevan lintas zaman. Bahkan jenis terbarunya nan dirilis oleh Penerbit Anak Hebat Indonesia pada 1 Juli 2025, kitab ini tetap menjadi salah satu nan paling banyak dicari.

Ditulis oleh Tan Malaka, Madilog bukan sekadar buku, melainkan magnum opus nan memberi pengaruh besar dalam perkembangan makulat modern di Indonesia. Istilah “Madilog” sendiri merupakan singkatan dari Materialisme, Dialektika, dan Logika— sebuah perpaduan antara pemikiran materialisme dialektis Marxis dan logika Hegelian nan diramu dengan perspektif pandang unik Tan Malaka. 

Menariknya, kitab ini lahir dalam kondisi nan jauh dari kata ideal. Tan Malaka menuliskannya di Batavia saat dia hidup dalam persembunyian di masa pendudukan Jepang apalagi menyamar sebagai tukang jahir. Dalam pengantarnya, melalui nama pena Iljas Hussein, dia menyebut bahwa proses penulisan dilakukan di area Rajawati, dekat pabrik sepatu Kalibata, Cililitan, Jakarta. Di sanalah, sejak 15 Juli 1942 hingga pertengahan 1943, dia mengawasi kembali kehidupan masyarakat kota dan kampung Indonesia setelah lebih dari dua dasawarsa hidup jauh dari tanah air— sebuah pengamata nan kemudian menjelma menjadi pendapat besar dalam kitab ini.

  • Profil Tan Malaka – Penulis Buku Madilog: Materialisme, Dialektika, dan Logika
  • Sinopsis Buku Madilog: Materialisme, Dialektika, dan Logika
  • Kelebihan dan Kekurangan Buku Madilog: Materialisme, Dialektika, dan Logika
    • Pros & Cons
      • Kelebihan Buku Madilog: Materialisme, Dialektika, dan Logika
      • Kekurangan Buku Madilog: Materialisme, Dialektika, dan Logika
  • Mengenal Materialisme-Dialektis
  • Penutup
  • Rekomendasi Buku
    • Filsafat Punya Bakat 
    • Philosophy 101: Pengantar Penting Sejarah Pemikiran—dari Plato dan Sokrates, hingga Etika dan Metafisika
      • Buku Best Seller Rekomendasi

Profil Tan Malaka – Penulis Buku Madilog: Materialisme, Dialektika, dan Logika

Tan Malaka, nan lahir pada tahun 1894 dan wafat pada 21 Februari 1949, merupakan seorang aktivis nasionalis sekaligus pemimpin komunis Indonesia. Ia dikenal sebagai pengkritik tajam terhadap pemerintah kolonial Hindia Belanda serta pemerintahan republik di bawah kepemimpinan Sukarno setelah Revolusi Nasional Indonesia. 

Tan Malaka juga kerap berbeda dengan para pemimpin Partai Komunis Indonesia (PKI), nan pada masa itu menjadi partai politik radikal terkemuka di Indonesia pada dasawarsa 1920-an hingga 1940-an.

Sepanjang hidupnya, Tan Malaka lebih sering berada di luar lingkaran kekuasaan politik dan banyak menghabiskan waktunya dalam pengasingan di luar Indonesia. Ia hidup di bawah ancaman penangkapan dari otoritas Belanda beserta sekutunya. 

Meskipun sering berada di posisi terpinggirkan, Tan Malaka berkedudukan krusial sebagai ahli filsafat nan bisa menjembatani hubungan antara aktivitas komunis internasional dan perjuangan anti-kolonial di area Asia Tenggara. Pada tahun 1963, melalui keputusan parlemen Indonesia, dia secara resmi dianugerahi gelar sebagai pahlawan revolusi nasional.

button cek gramedia com

Sinopsis Buku Madilog: Materialisme, Dialektika, dan Logika

“Apabila kaum muda nan telah menempuh pendidikan merasa dirinya terlalu tinggi dan pandai untuk berbaur dengan masyarakat nan bekerja menggunakan pacul dan mempunyai cita-cita sederhana, maka sebaiknya pendidikan itu tidak perlu diberikan.”

Dalam karya besarnya ini, Tan Malaka membujuk bangsa Indonesia untuk mempelajari dan menguasai pengetahuan filsafat. Namun, makulat nan dimaksud bukanlah makulat nan berkarakter spekulatif, melainkan makulat nan berdasarkan pada bukti nyata dan berpijak pada pengetahuan pengetahuan. 

Ia berkeyakinan bahwa bangsa Indonesia—sebagaimana bangsa-bangsa lain di dunia—telah lama terjebak dalam belenggu kolonialisme lantaran terperangkap oleh langkah berpikir rohaniah nan bercampur dengan unsur mistik. Sebagai jalan keluar, menurutnya, sains merupakan langkah berpikir paling tepat, cerdas, dan efektif untuk membebaskan diri dari corak kolonialisme baru berupa kekuasaan kapitalisme, feodalisme, serta pengikut-pengikutnya.

Tidak dapat disangkal bahwa Madilog merupakan karya Tan Malaka nan luar biasa dan penuh keaslian, meskipun isinya menimbulkan beragam pendapat dan perdebatan. Buku ini menjadi bukti kepintaran Tan Malaka dalam menyusun secara menyeluruh gagasan-gagasannya nan berkarakter revolusioner, berpijak pada dasar materialisme Barat, namun tetap berpadu dengan pergulatan jiwa dan pemikiran nan dia alami di bumi Timur.

Kelebihan dan Kekurangan Buku Madilog: Materialisme, Dialektika, dan Logika

Pros & Cons

Pros

  • Membuka pendapat baru.
  • Diakui oleh tokoh-tokoh ternama Indonesia.
  • Bentuk revolusi bangsa.
  • Membebaskan pikiran pembaca.

Cons

  • Tampak seperti kitab ideologis.
  • Sulit dipahami

Kelebihan Buku Madilog: Materialisme, Dialektika, dan Logika

Buku Madilog: Materialisme, Dialektika, dan Logika karya Tan Malaka mempunyai banyak sekali kelebihan nan membikin kitab ini wajib sekali untuk anak miliki dan baca.

  • Membuka pendapat baru

Buku ini menghadirkan pemikiran segar nan berupaya menggantikan pola pikir masyarakat Indonesia nan terlalu percaya pada hal-hal misterius alias supranatural serta enggan berupaya dan berubah. 

Isi kitab ini sebenarnya tidak asing bagi pelajar bidang IPA di tingkat SMA maupun mahasiswa di bagian teknik, lantaran membahas beragam topik seperti matematika, hukum-hukum fisika, logika, dan prinsip-prinsip dasar nan berlawanan dengan langkah berpikir mistis.

  • Diakui oleh tokoh-tokoh ternama Indonesia

Karya ini turut dibaca oleh Ir. Sukarno, sang Proklamator Indonesia, dan menjadi salah satu sumber inspirasi bagi para pemuda pejuang kemerdekaan pada masanya. Di kalangan akademisi dan intelektual, Tan Malaka apalagi sering disebut sebagai sosok nan layak menyandang gelar the true founding father of Indonesia, atau bapak bangsa. 

Bahkan, Tokoh Nasional Muhammad Yamin pun pernah menyebutnya sebagai Bapak Republik Indonesia.

  • Bentuk revolusi bangsa

Buku ini termasuk salah satu karya terbesar nan lahir dari tangan anak bangsa pada masanya. Melalui tulisannya, Tan Malaka menelusuri beragam persoalan dan menawarkan solusi nan relevan dengan kondisi negeri nan sangat dia cintai, meski perjuangannya sendiri berhujung dengan kematian. Dikisahkan pula bahwa istilah tanah airku tumpah darahku pertama kali diperkenalkan oleh Tan Malaka.

  • Membebaskan pikiran pembaca

Hal utama nan dirasakan dari kitab ini adalah kebebasan berpikir. Madilog berfaedah sebagai pedoman untuk menggunakan logika berasas prinsip materialisme dan dialektika. 

Namun, Tan Malaka juga menegaskan bahwa meskipun langkah berpikir ini dapat membebaskan, dia bakal berubah menjadi belenggu andaikan diterapkan secara kaku tanpa menyesuaikannya dengan perkembangan zaman.

Kekurangan Buku Madilog: Materialisme, Dialektika, dan Logika

Buku legendaris Madilog: Materialisme, Dialektika, dan Logika masih mempunyai perihal nan dinilai menjadi kekurangan dalam menikmati karya nan satu ini.

  • Nuansa ideologis nan kuat

Ditulis oleh Tan Malaka sebagai kerangka berpikir bagi kaum proletar, Madilog kerap terasa lebih sebagai karya ideologis daripada kajian makulat murni. Di kembali pendekatan rasionalnya, pendapat nan disampaikan condong diarahkan untuk membenarkan perspektif pandang tertentu.

  • Pendekatan sains nan kurang akurat

Meski bisa mengenalkan logika dengan baik, beberapa bagian sains dalam kitab ini terasa lemah, seperti pernyataan pasti pada perihal nan belum terbukti. Hal ini kemungkinan dipengaruhi keterbatasan akses literatur ilmiah pada masa penulisannya.

  • Kesan bias dalam penggunaan pengetahuan dan sejarah

Dalam beberapa bagian, terdapat kesan bahwa sains dan sejara digunakan untuk mendukung pendapat ideologis, bukan sebagai sarana eksplorasi kebenaran nan objektif. Ini menjadi catatan nan cukup disayangkan dalam karya sebesar ini.

Mengenal Materialisme-Dialektis

Materialisme dialektika logika (Madilog) merupakan karya Tan Malaka nan memadukan prinsip-prinsip materialisme-dialektis dengan tujuan membentuk langkah berpikir ilmiah dan logis bagi rakyat Indonesia. 

Melalui pendekatan ini, Tan Malaka mau membantu masyarakat melepaskan diri dari langkah berpikir irasional dan misterius nan dia sebut sebagai logika mistika, serta mendorong kemajuan bangsa. Materialisme dialektis sendiri merupakan makulat tentang pengetahuan pengetahuan dan alam nan berakar pada pemikiran Karl Marx dan Friedrich Engels.

Filsafat ini mengambil pendapat dialektika dari Hegel dan menerapkannya pada materialisme tradisional. Jika materialisme-metafisis memandang bumi dalam keadaan tetap dan terpisah, maka materialisme-dialektis memandang bumi sebagai sesuatu nan terus berubah dan berkembang dalam hubungan nan saling memengaruhi.

Materialisme-dialektis menegaskan, bahwa segala sesuatu di bumi selalu mengalami perubahan dan pada setiap tahap perkembangan muncul sifat-sifat baru. Seperti nan dijelaskan oleh Z. A. Jordan, Engels sering memandang bahwa tingkat keberadaan nan lebih tinggi muncul dan berakar dari tingkat nan lebih rendah, membentuk tatanan baru dengan hukum-hukum nan tidak dapat disederhanakan, dan bahwa seluruh proses perkembangan ini diatur oleh hukum-hukum nan mencerminkan sifat dasar materi nan senantiasa bergerak.

Penjelasan dari komponen Madilog ialah sebagai berikut. 

  • Materialisme: Pandangan bahwa semua kejadian dapat dijelaskan melalui materi, tanpa melibatkan unsur misterius alias supranatural. 
  • Dialektika: Pemahaman bahwa kehidupan dan perubahan (termasuk sosial) terjadi melalui pertentangan dan hubungan antar unsur nan saling bertentangan. 
  • Logika: Ilmu nan mengajarkan langkah berpikir nan sistematis, rasional, dan berbasis kebenaran untuk menganalisis dan memecahkan masalah.

Penutup

Madilog: Materialisme, Dialektika, dan Logika lahir dari pengaruh pemikiran Marxisme, namun tidak menirunya secara utuh. Karya ini merupakan refleksi dari nasionalisme Tan Malaka nan memadukan kekuatan dialektika Hegel, materialisme Feuerbach, logika ilmiah Marx, serta semangat kerasionalan dari positivisme logis. 

Melalui Madilog, Tan Malaka memperkenalkan langkah berpikir baru bagi bangsa Indonesia nan tetap terbelenggu oleh kepercayaan misterius dan langkah pandang irasional, meskipun hidup dalam keragaman bahasa, budaya, dan pulau nan luas. 

Dalam bab-bab awalnya, dia menegaskan bahwa struktur sosial Indonesia mempunyai karakter nan berbeda dari masyarakat Eropa, sehingga aliran Marxisme tidak dapat diterapkan secara mentah di tanah air.

Lebih dari sekadar karya filsafat, Madilog adalah seruan intelektual bagi bangsa Indonesia untuk membebaskan pikiran, menata langkah berpikir, dan membangun fondasi pengetahuan pengetahuan nan lahir dari realitasnya sendiri. Ia menjadi simbol perjuangan Tan Malaka untuk menciptakan bangsa nan berpikir merdeka, rasional, dan berani menafsirkan dunianya dengan logika nan terbuka.

Buku Madilog: Materialisme, Dialektika, dan Logika karya Tan Malaka ini bisa Anda dapatkan hanya di Gramedia.com. 

Sebagai kawan untuk #TumbuhBermakna, Gramedia siap memberikan info dan produk terbaik untuk mendampingi perjalanan membaca kamu. 

Rekomendasi Buku

Filsafat Punya Bakat 

Filsafat Punya Bakat

button cek gramedia com

Bayangkan Socrates, Plato, Aristoteles, Ibn Rushd, Descartes, hingga Machiavelli berbagi panggung reality show pencarian bakat. Para filsuf besar bumi berkompetisi meyakinkan juri dan penonton bakal pentingnya makulat mereka dalam kehidupan sehari-hari! Itulah khayalan liar Henry Manampiring (Penulis Mega-Bestseller Filosofi Teras).

Filsafat Punya Bakat adalah fiksi makulat nan menghidupkan 12 ahli filsafat besar bumi pada masa kini. Dengan panel juri nan kritis, jenaka, dan reflektif, pembaca seolah ikut mendengar, mendebat, dan merenungkan pemikiran-pemikiran nan tetap relevan hingga hari ini. Tentunya, semua disajikan dalam bahasa sederhana penuh lawakkhas Penulis.

Philosophy 101: Pengantar Penting Sejarah Pemikiran—dari Plato dan Sokrates, hingga Etika dan Metafisika

 Pengantar Penting Sejarah Pemikiran—dari Plato dan Sokrates, hingga Etika dan Metafisika

button cek gramedia com

Seringkali kitab teks mengubah teori, prinsip, dan tokoh makulat terkenal menjadi sekadar wacana membosankan—bahkan jika itu soal Plato sendiri, dia pasti bakal menolak. Philosophy 101 menukar beragam perincian dan metodologi rumit nan melelahkan, dengan obrolan soal prinsip-prinsip makulat nan menarik, membikin Anda tetap terjaga menjelajahinya di sepanjang sejarah pemikiran filsafat. 

Dari Aristoteles dan Heidegger hingga kehendak bebas dan metafisika, Philosophy 101 dikemas dengan ratusan info filosofis nan menghibur, ilustrasi, dan teka-teki pikiran nan tidak bakal dapat Anda temukan di tempat lain.

Jadi, apakah Anda mau mengungkap misteri eksistensialisme, alias hanya mau mengetahui apa nan membikin Voltaire bersemangat, Philosophy 101 mempunyai semua jawabannya—bahkan nan tidak Anda cari sekalipun. 

Selengkapnya
Sumber Gramedia
Gramedia