Review Buku Garda Detak: Antologi Gawat Darurat

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Garda Detak: Antologi Gawat Darurat – Hai, Grameds! Apa kabarmu hari ini? Semoga kalian dalam keadaan sehat ya!

Kesehatan menjadi pondasi utama setiap manusia untuk melakukan aktivitas. Maka dari itu, kita pastinya mau selalu sehat dan beraktivitas tanpa rasa sakit dan tidak nyaman. Meski begitu, terkadang penyakit dan kecelakaan menjadi satu perihal nan tidak terhindarkan.

Apakah Anda pernah menonton serial bumi medis, seperti Grey’s Anatomy, Chicago Med, Hospital Playlist, dan Good Doctor? Serial seperti ini membahas tentang kasus-kasus medis nan tidak diketahui kaum awam, dan menjadi kisah nan menarik serta memberikan pengetahuan baru nan membikin kita lebih waspada.

Di Indonesia sendiri, kitab Garda Detak: Antologi Gawat Darurat karya dr. Gia Pratama datang sebagai kumpulan kisah nyata dari ruang darurat darurat, tempat di mana keputusan dibuat dalam hitungan detik, dan nyawa dipertaruhkan tanpa kompromi.

Buku ini diterbitkan oleh Penerbit Lautan Pustaka pada 5 Juni 2025 dengan jumlah 272 halaman.

Kira-kira seberapa unik kasus-kasus nan dihadapi dr. Gia? Simak ulasannya di bawah ini ya!

Profil dr. Gia Pratama – Penulis Buku Garda Detak: Antologi Gawat Darurat

Gia Pratama Putra nan lahir pada 31 Agustus 1985 dikenal sebagai seorang master sekaligus penulis. Ia merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas YARSI dan memandang profesinya sebagai corak pengabdian kepada kemanusiaan.

Sosoknya aktif di media sosial untuk memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat dengan bahasa nan sederhana dan mudah dipahami, tanpa menggunakan istilah nan terlalu rumit.

Pada awalnya, Gia tidak bercita-cita menjadi dokter; dia mau menjadi seorang astronaut. Akan tetapi, pandangannya berubah ketika menjalani masa koas dan bekerja di rumah sakit daerah. Pengalaman tersebut memperkuat tekadnya untuk mengabdi di bumi medis.

Ia pernah menjalani praktik koas di RSUD Garut dan membantu 25 proses persalinan dalam waktu 24 jam. Di RSUD Serang, dia juga menghadapi kasus berat, termasuk menangani korban KDRT nan kemudian meninggal beberapa hari setelah dirawat.

Dalam perjalanan kariernya, Gia Pratama pernah menjabat sebagai Kepala Instalasi Gawat Darurat dan Manajer Humas di Rumah Sakit Prikasih serta Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati di Jakarta Selatan.

Di luar bumi medis, dia juga aktif menulis novel. Karya pertamanya berjudul #Berhentidikamu nan menceritakan kisah pertemuannya dengan sang istri, Syafira, nan bermulai dari peristiwa tak terduga saat dia mengobati bisul om calon istrinya. Lima bulan setelah pertemuan tersebut, mereka pun menikah.

Cerita ini sempat dibagikan di Twitter dan menjadi viral hingga di retweet puluhan ribu kali.

Novel tersebut terbit pada 3 Desember 2018 dan langsung mendapat respons besar hingga kudu dicetak ulang dalam waktu 63 jam. Kisahnya kemudian diadaptasi menjadi movie dengan titel nan sama, Berhenti di Kamu. Selanjutnya, dia merilis kitab kedua berjudul Perikardia pada Desember 2019, nan diambil dari istilah medis untuk selaput pembungkus jantung.

Buku Garda Detak: Antologi Gawat Darurat menjadi karya berikutnya, berisi kumpulan cerita pendek nan diangkat dari pengalaman nyata selama bekerja di ruang darurat darurat.

Sinopsis Buku Garda Detak: Antologi Gawat Darurat

“Saat setiap detik begitu berarti, dan setiap debar menyimpan kisahnya sendiri.”

Garda Detak menghadirkan rangkaian cerita nyata dari ruang darurat darurat, sebuah tempat di mana keputusan kudu diambil dalam hitungan detik dan nyawa dipertaruhkan tanpa ruang untuk kesalahan.

Melalui perspektif pandang seorang dokter, kitab ini membuka tabir beragam peristiwa penuh ketegangan, emosi, serta nilai kemanusiaan nan jarang terlihat dari luar ruang rumah sakit.

Setiap kisah membawa pembaca menyelami momen-momen paling krusial nan dipenuhi rasa haru, tawa, hingga air mata.

Di kembali alurnya nan kuat, terselip pula pesan kesehatan nan berharga. Dengan karakter nan terasa nyata dan cerita nan intens, Garda Detak tidak hanya menyentuh perasaan, tetapi juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan agar tidak kudu berhadapan langsung dengan tim medis di IGD.

Siapkah Anda merasakan jantungmu berdegup lebih cepat?

Kelebihan dan Kekurangan Buku Garda Detak: Antologi Gawat Darurat

Pros & Cons

Pros

  • Cerita ringkas.
  • Kisah terstruktur.
  • Gaya bahasa nan sederhana dan mengalir.
  • Memberi nilai edukasi.
  • Penuh pesan kemanusiaan.

Cons

  • Alur nan sigap dan terasa singkat.

Kelebihan Buku Garda Detak: Antologi Gawat Darurat

Buku Garda Detak: Antologi Gawat Darurat karya dr. Gia Pratama merupakan karya unik tentang realita kehidupan para pekerja medis. Buku ini mempunyai beberapa kelebihan, di antaranya:

  • Cerita Ringkas

Garda Detak: Antologi Gawat Darurat terbagi ke dalam 40 bab pendek dengan rata-rata delapan laman per bab.

Setiap bab menghadirkan pengalaman berbeda dalam menangani pasien, sehingga pembaca disuguhi banyak kisah unik tanpa merasa jenuh.

Format nan ringkas juga membikin alur referensi terasa nyaman dan tidak terputus.

  • Kisah terstruktur

Setiap bab mempunyai pola nan rapi, dimulai dari kehadiran pasien, dilanjutkan dengan proses penanganan oleh tim IGD, lampau ditutup dengan refleksi alias pelajaran nan bisa diambil dari kasus tersebut. Struktur ini membantu pembaca memahami alur cerita sekaligus makna di kembali setiap peristiwa.

  • Gaya bahasa nan sederhana dan mengalir

Gaya penulisan dr. Gia terasa lugas, emosional, namun tetap ringan untuk diikuti.

Pembaca diajak merasakan suasana sibuk di ruang darurat darurat, mulai dari bunyi sirene hingga kondisi pasien nan datang silih berganti.

Kisah medis nan diangkat pun terasa hidup lantaran disampaikan seperti potongan kehidupan, dengan sentuhan haru, humor, dan realitas nan kadang getir.

  • Memberi nilai edukasi

Setiap cerita dilengkapi dengan catatan kaki nan menjelaskan istilah medis, sehingga pembaca tidak perlu mencari makna secara terpisah.

Selain itu, penjelasan mengenai kesehatan disampaikan dengan afinitas nan mudah dipahami, seperti hubungan garam dengan hipertensi alias langkah kerja ginjal nan dianalogikan dengan mencuci piring.

Tanpa disadari, pembaca juga belajar tentang tubuh dan kesehatan selama menikmati cerita.

  • Penuh pesan kemanusiaan

Kisah-kisah dalam kitab ini sarat dengan pesan kemanusiaan nan menyentuh.

Pembaca diingatkan bahwa di kembali pekerjaan tenaga medis, terdapat sisi manusiawi nan penuh empati sekaligus kelelahan dalam menjalankan tugas.

Kekurangan Buku Garda Detak: Antologi Gawat Darurat

Meskipun buku Garda Detak: Antologi Gawat Darurat karya dr. Gia Pratama menawarkan banyak kelebihan, kitab ini tetap tidak luput dari kekurangan. Setidaknya, perihal itu terasa melalui:

  • Alur nan sigap dan terasa singkat

Beberapa cerita berhujung dengan sigap sehingga terasa kurang mendalam.

Karena diangkat dari pengalaman nyata, alurnya terkadang melompat seperti catatan harian di ruang IGD, nan membikin sebagian pembaca mungkin mau mendapatkan penjelasan nan lebih perincian pada beberapa kasus.

Kasus Medis Paling Unik di Dunia Nyata

Dunia medis kerap dihadapkan pada beragam kondisi nan tampak tidak masuk akal, tetapi betul-betul terjadi.

Berikut beberapa contoh kasus medis langka dan tidak biasa nan pernah tercatat, baik dalam kehidupan nyata maupun nan dikenal luas:

  • Aquagenic Urticaria (Alergi Air)

Merupakan kondisi nan sangat jarang terjadi, di mana kulit penderitanya bakal mengalami ruam dan rasa gatal setiap kali terkena air.

Sepanjang sejarah medis, kasus ini hanya ditemukan pada sekitar 50 hingga 100 orang.

  • Auto-Brewery Syndrome

Gangguan langka nan membikin sistem pencernaan mengubah karbohidrat menjadi alkohol di dalam tubuh.

Akibatnya, penderita dapat mengalami kondisi seperti mabuk tanpa mengonsumsi minuman beralkohol.

  • Foreign Accent Syndrome

Kelainan dalam berbincang nan biasanya muncul setelah seseorang mengalami cedera otak alias stroke.

Penderitanya tiba-tiba berbincang dengan aksen asing, meskipun tidak pernah mempelajarinya sebelumnya.

  • Syndrome X (Kasus Brooke Greenberg)

Kasus ini dialami oleh Brooke Greenberg, seorang wanita nan meninggal di usia 20 tahun, namun kondisi fisiknya tetap seperti anak kecil.

Pertumbuhan tubuhnya berakhir berkembang sejak usia sekitar lima tahun.

  • Cotard’s Syndrome

Gangguan psikologis nan membikin penderitanya percaya bahwa dirinya telah meninggal, membusuk, alias apalagi kehilangan bagian tubuh tertentu, meskipun secara bentuk dia tetap hidup.

Kasus Unik nan Diangkat dalam Film

  • Brain on Fire (Anti-NMDA Receptor Encephalitis)

Film ini diangkat dari kisah nyata Susannah Cahalan, seorang wartawan nan tiba-tiba menunjukkan indikasi psikotis berat lantaran sistem kekebalan tubuhnya menyerang otaknya sendiri.

  • The Elephant Man (Joseph Merrick)

Mengisahkan kehidupan Joseph Merrick, seorang laki-laki di Inggris abad ke-19 nan mengalami kelainan bentuk ekstrem. Kondisinya menjadi salah satu kasus medis nan terus diteliti hingga kini.

  • Midnight Sun (Xeroderma Pigmentosum)

Film ini menceritakan seorang remaja dengan kondisi langka nan membikin kulitnya sangat sensitif terhadap sinar matahari. Paparan sinar sedikit saja dapat berakibat fatal bagi kesehatannya.

  • The Mighty (Morquio Syndrome)

Menampilkan tokoh dengan kelainan metabolisme langka nan memengaruhi pertumbuhan tulang. Kondisi ini menyebabkan keterbatasan fisik, namun karakter tersebut digambarkan mempunyai kepintaran nan luar biasa.

Penutup

Di kembali setiap debar jantung nan sukses diselamatkan, tersimpan kisah-kisah penuh makna dari para tenaga medis nan berada di garis terdepan.

Melalui Garda Detak: Antologi Gawat Darurat, dr. Gia membujuk pembaca masuk lebih dekat ke ruang darurat darurat, merasakan ketegangan, keharuan, hingga dilema nan sering kali tak terlihat oleh orang luar.

Setiap cerita seolah menjadi pengingat bahwa hidup bisa berubah dalam hitungan detik, dan bahwa di kembali seragam putih ada perjuangan nan tak pernah sederhana.

Buku karya dr. Gia Pratama bisa Anda dapatkan di Gramedia.com ya! Untuk mendukung Anda #TumbuhBermakna, kami selalu siap memberikan info dan produk terbaik untuk kamu.

Penulis: Gabriel

Rekomendasi Buku

Perikardia : Perjalanan Indah untuk Dikenang, Ribet untuk Diulang

Perikardia

button cek gramedia com

Ada ruang di dada, selapis tipis nan sunyi, tempat jantung pasien berdetak, dan tempat jiwa master berharap. Namanya: Perikardia. Lapisan pelindung jantung, seperti kenangan getir dan gaduh saat koas, berat, melelahkan, tapi tak pernah betul-betul mau dilupakan. Gia tak pernah membayangkan menjadi dokter. Koas di Garut mengubah segalanya. Di kembali baju jaga, ada malam nan basah oleh tangis, pagi nan terlalu letih untuk berharap, dan sore nan menggantung di sekitar pasien kritis. Awalnya terpaksa, tapi perlahan Gia menemukan makna: menjaga nyawa bukan sekadar ilmu, tapi tentang kebenaran mencintai manusia, apalagi saat diri sendiri nyaris runtuh. Perikardia adalah rumah bagi debar nan nyaris menyerah. Tapi tetap berdebar … lantaran cinta.

#Berhentidikamu (Republish 2025)

#BerhentiDiKamu

Tuhan, kurasa saya sudah cukup dewasa untuk mengemban tanggung jawab lebih besar. Bukan hanya untuk diriku, tapi juga untuk seseorang nan Engkau percayakan kepadaku. Dia nan hatinya Engkau titipkan dalam jagaku. Aku belum tahu siapa dia, dan di mana dia berada. Tapi saya mau siap. Tolong beri saya petunjuk. Aku mau menjaga hatinya. Menjadi pemimpin terbaik baginya.”

Aku sempat menjadi manusia nan kecewa dengan takdir. Tentang sesuatu nan kuinginkan, tentang dia nan selama ini memenuhi relung hati. Namun, kepergiannya menghancurkan semua harapan. Dunia berputar dengan sigap saat saya sadar, bahwa menerima takdir ini adalah nan paling benar. Saat itu pula saya menemukan ketenangan jiwa, poros nan sebenarnya telah Tuhan gariskan untukku.

Niken – Saya Bukan Dokter

Niken

Pernah didiagnosis menderita dua autoimun sekaligus, ialah lupus dan tiroid, serta didiagnosis kanker tiroid, sempat membikin bumi Niken serasa runtuh. Namun, Niken menolak untuk menyerah. Ia mulai mencari jawaban, mendalami beragam kitab tentang kesehatan, dan menemukan sesuatu nan mengubah hidupnya selamanya, ialah functional medicine.

Functional medicine memperkenalkan langkah pandang nan berbeda terhadap konsep kesehatan. Bukan sekedar menghilangkan indikasi suatu penyakit, tapi menemukan akar masalah dari penyakit tersebut.

Selengkapnya
Sumber Gramedia
Gramedia