Review Buku Babad Alas Karya Bima Arya

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Babad Alas – Buku Babad Alas merupakan karya Bima Arya Sugiarto nan tentu sudah berkawan bagi Grameds, khususnya nan berdomisili di Bogor. Ia dikenal sebagai sosok pemimpin nan ramah dan dekat dengan warganya.

Babad Alas adalah autobiografi nan ditulis dari pengalaman Bima Arya selama menjabat sebagai Wali Kota Bogor. Buku ini menjadi refleksi perjalanan lebih dari satu dasawarsa dalam menata kota dan menjaga angan di Kota Hujan.

Dirilis oleh Penerbit Buku Kompas pada 15 Desember 2025, kitab setebal 178 laman ini mengangkat pengalamannya dalam membangun kota sekaligus menyinggung budaya nan ada di Bogor.

Lewat kisahnya, pembaca bisa mendapatkan banyak pembelajaran dan refleksi dari perjalanan kepemimpinan Bima Arya. Yuk, kita gali isi bukunya lebih jauh!

Profil Bima Arya – Penulis Buku Babad Alas

Bima Arya Sugiarto, lahir pada 17 Desember 1972, dikenal sebagai akademisi nan kemudian aktif di bumi politik nasional. Saat ini dia mengemban amanah sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia dalam Kabinet Merah Putih.

Sebelumnya, Bima Arya menjabat sebagai Wali Kota Bogor selama dua periode berturut-turut, ialah 2014 hingga 2019 dan 2019 hingga 2024.

Setelah menyelesaikan pendidikan doktoralnya, Bima Arya kembali ke Jakarta dan berkecimpung sebagai pengajar di Universitas Paramadina. Ia meraih gelar Doktor Ilmu Politik dari Australian National University dan turut mendirikan Charta Politika Indonesia, sebuah lembaga konsultan politik nan mempunyai reputasi kuat di tingkat nasional.

Selama masa kepemimpinannya di Kota Bogor, beragam capaian sukses diraih, termasuk ratusan penghargaan di tingkat nasional dan internasional. Kota Bogor kembali meraih Piala Adipura dua kali berturut-turut setelah tidakhadir selama nyaris tiga dekade, serta dinobatkan sebagai salah satu kota paling toleran di Indonesia.

Pada tahun 2020, Bima Arya menerima penghargaan Best Government Official dalam arena People of the Year Metro TV. Menjelang akhir masa jabatannya, survei Indonesia Indicator mencatat tingkat kepuasan publik nan tinggi, mencapai 82 persen.

Sinopsis Buku Babad Alas

button cek gramedia com

Buku Babad Alas berangkat dari afinitas kepemimpinan sebagai sebuah perjalanan memasuki rimba belantara nan penuh tantangan dan karakter beragam. Pengalaman tersebut mengingatkan penulis pada lakon Babad Alas dalam kisah Mahabharata, ketika Bima dan para Pandawa membuka rimba Wanamarta nan dikenal berpenunggu dan sarat ujian.

Karya ini menjadi ruang refleksi atas perjalanan kepemimpinan selama sepuluh tahun memimpin Kota Bogor. Isinya tidak hanya menuturkan keberhasilan, tetapi juga mengulas kegagalan sebagai bagian tak terpisahkan dari proses belajar.

Buku ini menekankan bahwa kepemimpinan adalah perjalanan panjang nan tidak selalu melangkah sesuai rencana, sehingga refleksi dan kontemplasi menjadi kunci untuk terus bertumbuh.

Melalui rujukan pada kisah pewayangan Mahabharata, Babad Alas menggali nilai-nilai luhur nan relevan dengan upaya membangun peradaban dan kepemimpinan. Setiap lakon dalam proses pembukaan rimba dimaknai sebagai simbol pembelajaran mendalam tentang keberanian, keteguhan, dan tanggung jawab seorang pemimpin.

Kelebihan dan Kekurangan Buku Babad Alas

Pros & Cons

Pros

  • Bahasa santuy dan mudah dimengerti.
  • Refleksi bagi pembaca.
  • Berdasar pengalaman nyata.
  • Memperkenalkan budaya.

Cons

  • Bersifat subjektif.
  • Cakupan terbatas.

Kelebihan Buku Babad Alas

Buku Babad Alas mempunyai banyak sekali kelebihan nan membuatnya menjadi kitab nan direkomendasikan untuk dibaca banyak orang. Beberapa di antaranya adalah:

  • Bahasa santuy dan mudah dimengerti

Buku autobiografi ini disampaikan dengan style bahasa nan ringan dan komunikatif, sehingga tidak terasa kaku saat dibaca.

Alurnya mengalir dengan nyaman lantaran disusun dalam bab-bab nan jelas sehingga dapat membantu pembaca untuk mengikuti setiap tahap perjalanan kepemimpinan penulis sebagai wali kota dengan mudah.

  • Refleksi bagi pembaca

Tidak seperti riwayat hidup nan berkarakter teknis, kitab ini lebih menonjolkan refleksi individual Bima Arya dalam menghadapi beragam karakter dan persoalan kompleks di Kota Bogor.

Cerita nan disajikan tidak hanya menjadi perenungan bagi penulis, tetapi juga membujuk pembaca untuk berkaca pada peran dan tanggung jawabnya di tengah masyarakat.

  • Berdasar pengalaman nyata

Isi kitab ini bertumpu pada pengalaman langsung penulis selama memimpin Kota Bogor, mulai dari membangun fondasi kebijakan hingga menghadapi dinamika pemerintahan.

Hal ini juga menjadikan kitab ini relevan bagi pembaca nan tertarik pada rumor kepemimpinan wilayah dan kebijakan publik berbasis praktik lapangan.

  • Memperkenalkan budaya

Selain membahas kepemimpinan, kitab ini juga menyinggung budaya dan kehidupan sosial Kota Bogor. Penulis menguraikannya dengan ketulusan, sehingga pembaca dapat merasakan kekaguman terhadap kota hujan nan kaya bakal nilai budaya dan tradisi.

Kekurangan Buku Babad Alas

Meskipun kitab ini mempunyai banyak sekali kelebihan, bukan berfaedah kitab ini tidak mempunyai kekurangan. Adapun, perihal nan tetap dirasa kurang dari kitab ini di antaranya:

  • Bersifat subjektif

Sebagai karya autobiografi, seluruh cerita disampaikan dari perspektif penulis. Hal ini membikin kitab ini kurang menghadirkan pandangan kritis dari pihak lain, termasuk dari golongan nan mempunyai perspektif pandang berbeda selama masa kepemimpinannya.

  • Cakupan terbatas

Pembahasan dalam kitab ini berfokus pada pengalaman pribadi di Kota Bogor. Pembaca nan mengharapkan uraian teknis pemerintahan secara luas alias pembahasan pada level nasional mungkin bakal merasa isi kitab ini terlalu spesifik pada konteks daerah.

Kisah Babad Alas dalam Epos Mahabharata

Kisah Babad Alas Wanamarta alias nan juga dikenal sebagai Babad Alas Mertani dalam wiracarita Mahabharata menjadi rujukan utama dalam penulisan kitab ini.

Cerita tersebut mengisahkan perjuangan Pandawa Lima membangun sebuah kerajaan dari keadaan serba terbatas di tengah rimba belantara nan terkenal angker.

Kisah Babad Alas kerap dimaknai sebagai simbol perubahan mental dan ketekunan, nan mengajarkan bahwa dengan keyakinan, keteguhan sikap, dan semangat pantang menyerah, situasi paling susah sekalipun dapat diolah menjadi sesuatu nan berbobot dan bermartabat.

Berikut adalah ringkasan kisahnya:

  • Pemberian Wilayah nan Gersang

Setelah peristiwa pembakaran Bale Sigala-gala, Pandawa kembali menampakkan diri di hadapan masyarakat. Atas pengaruh Sengkuni dan tekanan dari pihak Kurawa, Raja Drestarastra memutuskan memberikan wilayah Alas Wanamarta kepada Pandawa sebagai bagian dari pembagian kekuasaan.

Pemberian ini sejatinya merupakan siasat licik, lantaran rimba tersebut dikenal berpenunggu dan diyakini dihuni beragam makhluk gaib, dengan angan Pandawa tidak bakal bisa memperkuat hidup di sana.

  • Membuka Hutan (Babad Alas)

Pandawa menerima wilayah tersebut dengan kesabaran dan tekad nan kuat. Dipimpin oleh Bratasena alias Bima, mereka mulai membuka rimba dengan menebang pepohonan dan menghadapi beragam rintangan.

Tantangan tidak hanya datang dari alam, tetapi juga dari gangguan para penunggu gaib hutan. Dalam perjalanan ini, Bima kudu berhadapan langsung dan berkompetisi melawan para raja hantu nan menguasai wilayah tersebut.

  • Penaklukan Penguasa Gaib

Dalam proses pembukaan hutan, Pandawa sukses mengalahkan para penguasa gaib dan membangun hubungan nan lebih selaras dengan mereka. Dalam beberapa jenis kisah, para ksatria Pandawa apalagi memperoleh kekuatan spiritual dari para raja hantu nan ditaklukkan, sehingga kewibawaan dan kekuatan mereka semakin bertambah.

  • Berdirinya Kerajaan Amarta

Melalui kerja keras, semangat kebersamaan, serta pertolongan para dewa, rimba nan sebelumnya liar dan menakutkan akhirnya berubah menjadi sebuah kerajaan nan megah dan sejahtera. Kerajaan tersebut diberi nama Amarta alias Indraprastha, dengan Yudistira sebagai raja pertama nan memimpin dengan keadilan dan kebijaksanaan.

Penutup

Buku Babad Alas menjadi referensi nan bisa memberikan wawasan bagi Anda nan mau belajar tentang kepemimpinan daerah.

Ditulis berasas kisah nyata, kitab ini juga menyentuh hati dengan memperkenalkan seluk beluk Kota Bogor nan menjadi rumah bagi banyak orang.

Bagi penduduk Bogor, mari dapatkan kitab Babad Alas karya Bima Arya ini hanya di Gramedia.com ya! Gramin juga sudah menyiapkan buku-buku lainnya nan tak kalah menarik. Yuk langsung saja dapatkan buku-buku terbaik hanya di Gramedia.com!

Sebagai kawan untuk mendukungmu #TumbuhBermakna, kami selalu siap memberikan info dan produk terbaik untuk kamu!

Penulis: Gabriel

Rekomendasi Buku

Tan Malaka: Rencana Ekonomi Berjuang

Rencana Ekonomi Berjuang

button cek gramedia com

Apa nan kudu dilakukan bangsa nan baru saja merdeka tetapi belum berdaya? Bagaimana membangun ekonomi nasional nan berpihak pada rakyat, bukan pada sisa-sisa kolonialisme dan kepentingan asing? Dalam Rencana Ekonomi Berjuang, Tan Malaka menjawab pertanyaan-pertanyaan mendesak itu dengan pemikiran nan radikal, jernih, dan berpijak kuat pada realitas rakyat.

Buku ini lahir dari sebuah kebutuhan mendesak-membangun sistem ekonomi nasional nan bebas dari cengkeraman feodalisme, kapitalisme kolonial, dan ketergantungan pada kekuatan asing. Tan Malaka, dengan kejernihan kajian dan keberaniannya menentang arus, menyusun cetak biru ekonomi perjuangan nan menempatkan buruh, tani, dan rakyat mini sebagai pelaku utama pembangunan.

Rencana Ekonomi Berjuang adalah visi utuh tentang masa depan: tentang industrialisasi nasional, reformasi agraria, pendidikan teknis, dan kontrol rakyat atas alat-alat produksi.

Metafora Haruki Murakami

Metafora Haruki Murakami

Dunia sastra tanpa Haruki Murakami kiranya kurang mengesankan. Murakami dikenal sebagai penulis dan novelis nan unik dan menyukai kebebasan. Ia menciptakan kebebasan dalam bumi tulis-menulisnya. Pribadi nan mempunyai niatan nan keras serta ambisius tersebut acapkali dinominasikan sebagai penerima nobel sastra. Terakhir kali dia dinominasikan, tahun 2018, Murakami memilih mengundurkan diri. Padahal publik berkeyakinan bahwa Murakami adalah kandidat kuat peraih nobel sastra kala itu.

Ia suka menulis dengan style metafora, menggunakan perumpamaan-perumpamaan. Tema nan dibawa Murakami dalam karya-karyanya berkarakter metafisika dan surealis, dalam artian membahas perihal dan nilai-nilai nan tidak terlihat secara kasat mata, aneh, magis dan

imajinatif, penuh keliaran serta gelap. Meski begitu dia menulis “Norwegian Wood” nan diklaim sebagai satu-satunya novelnya nan seratus persen realis.

Ekonomi Indonesia (2025)

Ekonomi Indonesia

Buku Ekonomi Indonesia: Dalam Lintasan Sejarah ini spesial dari sisi cakupan historisnya nan panjang; ialah sejak era Belanda hingga kini. Runtut, detail, dengan metodologi deskriptif dan analitis nan mudah dan sederhana. 

Prof. Boediono adalah bagian krusial dari tiga dasawarsa perekonomian Indonesia, dari 1980 hingga 2014. Beliau ikut membikin lintasan sejarah siklus perekonomian Indonesia dan menuliskan tinta emas perjalanan perekonomian Indonesia secara orisinal dan faktual.

Buku ini cocok untuk menjadi rujukan utama mahasiswa, dosen, peneliti, pelaku dan pengamat perekonomian Indonesia, kitab ini bakal menjadi bagian investasi pengetahuan bagi generasi mendatang.

Selengkapnya
Sumber Gramedia
Gramedia