Respons Wali Kota soal Pengurus RT-RW di Depok Mundur Akibat Banjir

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah penduduk sempat melakukan tindakan demonstrasi nan berujung pada pengunduran diri sejumlah pengurus RT dan RW di Kampung Benda, Cipayung, Depok. Aksi tersebut dipicu kekesalan penduduk akibat banjir nan terjadi lantaran longsoran sampah dari TPA Cipayung, di mana menyebabkan penyempitan Kali Pesanggrahan.

Merespons itu, Wali Kota Depok, Supian Suri mendatangi jembatan Jago Cipayung untuk berjumpa penduduk dan para pengurus RT serta RW.

Dia menuturkan, dalam waktu dekat, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Depok, bakal melakukan normalisasi Kali Pesanggrahan sehingga andaikan debit air tinggi, air tidak bakal meluap dan menggenangi rumah penduduk serta jalan sekitar.

"Jangka pendeknya, dalam waktu dekat barusan saya sudah minta PUPR untuk ngeruk kali biar airnya lancar," kata Supian kepada awak media, di Depok, Senin (11/5/2026).

Saat melakukan peninjauan pun, dia meminta pohon nan menghalang aliran sungai untuk ditebang. "Karena saya lihat memang juga menghalangi jalur air. Biar dikeruk, biar lebih leluasa air masuk ke kolong jembatan," ungkap Supian.

Supian mengatakan, selain pohon, kabel utilitas di dekat jembatan juga menghalang aliran Kali Pesanggrahan. Kondisi itu berpotensi membikin air meluap hingga ke jalan.

"Tahun ini juga kudu diberesin jembatannya dinaikin, ditinggiin," jelas dia.

Supian menargetkan rehabilitasi Jembatan Jago rampung pada akhir tahun ini. Ia meminta jembatan itu ditinggikan sekitar dua meter agar aliran air dapat melintas di bawahnya.

"Ini ikhtiar kami, minta penduduk dapat bersabar, saya berkomitmen untuk menjawab angan penduduk khususnya Kampung Benda, termasuk juga Pasir Putih," kata dia.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita