Respons Persib Bandung Terkait Kericuhan Pasca Lawan Persija Jakarta: Serukan Perdamaian dan Kedewasaan

Sedang Trending 57 menit yang lalu

Cikal Bintang , Jurnalis-Kamis, 14 Mei 2026 |01:01 WIB

 Serukan Perdamaian dan Kedewasaan

Suasana laga Persija Jakarta vs Persib Bandung di Super League 2025-2026. (Foto: Instagram/persib)

BANDUNG – Manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) secara resmi menyatakan keprihatinan mendalam atas serangkaian kejadian nan mewarnai laga panas kontra Persija Jakarta. Selaku pengelola klub, PT PBB mengimbau agar seluruh komponen suporter tidak terjebak dalam tindakan provokasi nan dapat merugikan gambaran sepak bola nasional.

Berbagai kejadian terjadi usai pertandingan Persib versus Persija nan digelar di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur pada Minggu 10 Mei 2026 lalu. Mulai dari kejadian keributan pemain di lapangan hingga gesekan suporter di beragam daerah.

Dugaan adanya intimidasi oknum suporter kepada pemain juga terjadi di Bandara Sepinggan, Balikpapan. Atas beragam kejadian ini, PT Persib Bandung Bermartabat angkat bicara.

1. Investigasi Internal

Pengelola klub Persib Bandung itu merasa prihatin dengan segala kejadian tak terpuji itu. Mereka menyatakan bakal mengumpulkan bukti dan kebenaran untuk menempuh langkah ahli terhadap kejadian tersebut.

"Atas beragam kejadian tersebut, saat ini Persib tengah mengumpulkan bukti, data, dan kebenaran sebagai bagian dari langkah nan bakal kami tempuh secara profesional, objektif, dan bertanggung jawab," tulis pernyataan PT Persib Bandung Bermartabat, dikutip pada Kamis (14/5/2026).

 Instagram/@adamalis93) Adam Alis cetak 2 gol di laga Persija Jakarta vs Persib Bandung (Foto: Instagram/@adamalis93)

PT Persib Bandung Bermartabat juga meminta semua pihak untuk menahan diri agar tidak terprovokasi. Menurut mereka, kedewasaan dan saling menghormati sangat krusial untuk menyikapi perihal ini.

"Persib membujuk seluruh pihak untuk menahan diri, tidak mudah terprovokasi, serta menghindari tindakan-tindakan nan dapat memperkeruh situasi dan merugikan masyarakat luas. Dalam situasi seperti ini, rasa empati, kedewasaan, dan saling menghormati menjadi perihal nan jauh lebih krusial untuk dikedepankan bersama," lanjut pernyataan itu.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com