, MAKASSAR, – Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI) berbareng pemerintah wilayah dan organisasi kemanusiaan di Sulawesi Selatan memperkuat strategi mitigasi untuk menghadapi ancaman El Nino pada 2026. Melalui aktivitas 'Sulsel Tangguh 2026', mereka memperkuat kerjasama dengan angan dapat menciptakan strategi mitigasi nan efektif.
Koordinator PFI Chapter Makassar, Amir, mengatakan bahwa sektor filantropi mempunyai peran strategis dalam mempercepat mobilisasi sumber daya untuk menangani akibat El Nino. "Kolaborasi antara pemerintah, LSM, dan lembaga amal bakal mempercepat mobilisasi sumber daya. Dengan integrasi skill teknis dan biaya sosial, kita bisa menciptakan akibat nan lebih besar," ujar Amir.
Forum bertema "Sulsel Tangguh: Sinergi Filantropi Melawan Krisis El Niño" ini diikuti lebih dari 100 peserta dari beragam latar belakang. Dalam forum tersebut, BMKG Sulsel memaparkan potensi meningkatnya akibat kekeringan dengan indeks IOD mencapai +0,93 pada akhir April 2026. Hal ini menyebabkan meluasnya hari tanpa hujan, khususnya di wilayah timur dan utara Sulawesi Selatan.
Nasrol Adil, Plt Kepala Balai Besar MKG Wilayah IV Makassar, menyampaikan bahwa tiga area musim, termasuk wilayah Kepulauan Selayar, sebagian Takalar, Jeneponto, dan Gowa, telah memasuki musim kemarau. BMKG memprediksi intensitas El Niño berada pada level sedang, namun masyarakat tetap perlu waspada terhadap kesiapan air bersih dan potensi kebakaran lahan.
Pemprov Sulawesi Selatan melalui BPBD menekankan pentingnya kesiapsiagaan dari tingkat kelurahan. Kepala Pelaksana BPBD Sulsel, Amson Padolo, menyebut sinkronisasi info di 24 kabupaten/kota sebagai langkah krusial untuk memperkuat mitigasi musibah kekeringan, serta memperkuat patroli terpadu dan program pencegahan pembakaran lahan.
Widowati, Direktur Eksekutif HFI, menambahkan bahwa sejumlah program prioritas telah disiapkan, termasuk pembangunan sumur resapan, instalasi panen air hujan, dan teknologi desalinasi air payau. Gerakan "No Burning" serta pemetaan golongan rentan juga menjadi konsentrasi agar pengedaran support lebih tepat sasaran.
Melalui forum ini, seluruh pihak sepakat untuk memperkuat tata kelola mitigasi dan respons kekeringan secara transparan dan efisien guna mengurangi akibat sosial maupun ekonomi akibat El Nino di Sulsel.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
52 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·