Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia resmi menerbitkan patokan baru mengenai dengan penetapan nilai patokan untuk penjualan komoditas mineral logam. Aturan ini tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 144.K/MB.01/MEM.B/2026 tentang Perubahan atas Kepmen No. 266/2025 tentang Pedoman Penetapan Harga Patokan Untuk Penjualan Komoditas Mineral Logam dan Batu Bara.
Perubahan patokan nan diteken Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sejak 10 April 2026 ini, mulai bertindak pada tanggal 15 April 2026.
Sebagaimana diketahui, patokan ini sudah digembar-gemborkan oleh Kementerian ESDM beberapa waktu nan lalu. Di mana, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno mengungkapkan bahwa formula HMA nikel nan baru bakal memperhitungkan nilai kandungan mineral ikutan nan ada di dalam bijih nikel.
Menurutnya, mineral ikutan berbobot ekonomis tinggi tersebut, seperti kobalt dan besi, selama ini belum dihargai secara optimal. "Untuk setiap bulan gitu kita menyampaikan nan kemarin kan mendasarkan pada LME (London Metal Exchange) dengan correction factor tertentu. Untuk kobalt kita hargain, besi kita hargain, sehingga harganya kelak bisa naik nilai acuannya," terang Tri beberapa waktu nan lalu.
Perubahan nan disiapkan oleh pemerintah, kata Tri, murni hanya pada rumus alias formula perhitungannya ialah pada correction factor dan valuasi mineral ikutan. Sementara itu, agenda publikasi dan penetapan nilai referensi tersebut bakal tetap melangkah rutin seperti biasanya tanpa ada perubahan periode rilis. "Kalau nan keluarin itu setiap dua minggu sekali ya tetap kita keluarin. Rumusnya nan ganti. Formula-formula," tegasnya.
Asal tahu saja, perubahan formula HMA untuk nikel merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan penerimaan negara dari sektor mineral. Hal itu juga sejalan dengan pengarahan Presiden RI Prabowo Subianto nan meminta optimasi pendapatan negara dari sumber daya alam, khususnya sektor mineral.
"Bukan kemungkinan, sudah menjadi keputusan dari kami. Bahwa kami bakal meningkatkan HMA-nya. Jadi nilai standar referensi nikelnya kami bakal naikkan," kata Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Kemenko Perekonomian, dikutip Senin (30/3/2026).
Berikut hitungan terbaru Harga Patokan Mineral
Bijih Nikel
Formula:
HPM Bijih Nikel = [(% Ni * CF Bijih Nikel * HMA Nikel) + (% Fe * CF Besi ikutan * HMA Bijih Besi * 100) + (% Co * CF Kobalt ikutan * HMA Kobalt) + (% Cr * CF Krom ikutan * HMA Bijih Krom * 100)] * (1-MC)
Keterangan:
1. HPM Bijih Nikel adalah nilai patokan mineral logam dalam corak bijih nikel dalam US$/WMT.
2. % Ni adalah kadar Ni dalam bijih nikel.
3. % Fe adalah kadar Fe dalam bijih nikel dengan ketentuan mineral ikutan besi dihitung ketika kadar Fe ≤ 35%.
4. % Co adalah kadar Co dalam bijih nikel dengan ketentuan mineral ikutan kobalt dihitung ketika kadar Co ≥ 0,05%.
5. % Cr adalah kadar Cr dalam bijih nikel.
6. CF Bijih Nikel adalah Corrective Factor Bijih Nikel, merupakan besaran persentase nan mengakomodir nilai koreksi bijih nikel pada HPM Bijih Nikel dengan ketentuan: a. CF untuk bijih nikel dengan 1,6% Ni = 30%. b. nilai CF bakal naik-turun sebesar 1% setiap terjadi kenaikan/penurunan kadar Ni sebesar 0,1%.
7. CF Besi ikutan adalah Corrective Factor Besi ikutan, merupakan besaran persentase nan mengakomodir nilai koreksi mineral besi ikutan pada HPM Bijih Nikel ditetapkan sebesar 30%.
8. CF Kobalt ikutan adalah Corrective Factor Kobalt ikutan, merupakan besaran persentase nan mengakomodir nilai koreksi mineral kobalt ikutan pada HPM Bijih Nikel ditetapkan sebesar 30%.
9. CF Krom ikutan adalah Corrective Factor Krom ikutan, merupakan besaran persentase nan mengakomodir nilai koreksi mineral krom ikutan pada HPM Bijih Nikel ditetapkan sebesar 10%.
10. HMA Nikel adalah nilai mineral referensi nikel dalam formula kalkulasi HPM Bijih Nikel.
11. HMA Bijih Besi adalah nilai mineral referensi bijih besi dalam formula kalkulasi HPM Bijih Besi.
12. HMA Kobalt adalah nilai mineral referensi kobalt dalam formula kalkulasi HPM Bijih Kobalt.
13. HMA Bijih Krom adalah nilai mineral referensi bijih krom dalam formula kalkulasi HPM Bijih Krom.
14. MC (Moisture Content) adalah persentase kadar air dalam bijih nikel.
Feronikel
Formula:
HPM Feronikel = (% Ni * HMA Nikel ) * CF
Keterangan:
1. HPM Feronikel adalah nilai patokan mineral logam dalam corak feronikel dalam US$/DMT.
2. % Ni adalah kadar Ni dalam feronikel.
3. HMA Nikel adalah nilai mineral referensi nikel dalam formula kalkulasi HPM.
4. CF adalah Corrective Factor merupakan besaran persentase nan mengakomodir terhadap nilai potongan nilai maupun premium terhadap kualitas komoditas nan diperjualbelikan, ditetapkan sebesar 95%.
Mixed Hydroxide Precipitate (MHP)
Formula:
HPM MHP = (% Ni * HMA Nikel * CF Ni) + (% Co * HMA Kobalt * CF Co)
Keterangan:
1. HPM MHP adalah nilai patokan mineral logam dalam corak Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) dalam US$/DMT.
2. % Ni adalah kadar Ni dalam MHP.
3. HMA Nikel adalah nilai mineral referensi nikel dalam formula kalkulasi HPM.
4. CF Ni adalah Corrective Factor nikel, merupakan besaran persentase nan mengakomodir terhadap nilai potongan nilai maupun premium terhadap kualitas komoditas nikel nan diperjualbelikan, ditetapkan sebesar 60%.
5. % Co adalah kadar Co dalam MHP.
6. HMA Kobalt adalah nilai mineral referensi kobalt dalam formula kalkulasi HPM.
7. CF Co adalah Corrective Factor kobalt, merupakan besaran persentase nan mengakomodir terhadap nilai potongan nilai maupun premium terhadap kualitas komoditas kobalt nan diperjualbelikan, ditetapkan sebesar 100%.
Mixed Sulfide Precipitate (MSP)
Formula:
HPM MSP = (% Ni * HMA Nikel * CF Ni) + (% Co * HMA Kobalt * CF Co)
Keterangan:
1. HPM MSP adalah nilai patokan mineral logam dalam corak Mixed Sulfide Precipitate (MSP) dalam US$/DMT.
2. % Ni adalah kadar Ni dalam MSP.
3. HMA Nikel adalah nilai mineral referensi nikel dalam formula kalkulasi HPM.
4. CF Ni adalah Corrective Factor nikel, merupakan besaran persentase nan mengakomodir terhadap nilai potongan nilai maupun premium terhadap kualitas komoditas nikel nan diperjualbelikan, ditetapkan sebesar 65%.
5. % Co adalah kadar Co dalam MSP.
6. HMA Kobalt adalah nilai mineral referensi kobalt dalam formula kalkulasi HPM.
7. CF Co adalah Corrective Factor kobalt, merupakan besaran persentase nan mengakomodir terhadap nilai potongan nilai maupun premium terhadap kualitas komoditas kobalt nan diperjualbelikan, ditetapkan sebesar 30%.
Nickel Metal Shot (NMS)
Formula:
HPM NMS = % Ni * HMA Nikel * CF
Keterangan:
1. HPM NMS adalah nilai patokan mineral logam dalam corak Nickel Metal Shot (NMS) dalam US$/DMT.
2. % Ni adalah kadar Ni dalam NMS.
3. HMA Nikel adalah nilai mineral referensi nikel dalam formula kalkulasi HPM.
4. CF adalah Corrective Factor, merupakan besaran persentase nan mengakomodir terhadap nilai potongan nilai maupun premium terhadap kualitas komoditas nan diperjualbelikan, ditetapkan sebesar 100%.
Nickel Pig Iron (NPI)
Formula:
HPM NPI = % Ni * HMA Nikel * CF
Keterangan:
1. HPM NPI adalah nilai patokan mineral logam dalam corak Nickel Pig Iron (NPI) dalam US$/DMT.
2. % Ni adalah kadar Ni dalam NPI.
3. HMA Nikel adalah nilai mineral referensi nikel dalam formula kalkulasi HPM.
4. CF adalah Corrective Factor, merupakan besaran persentase nan mengakomodir terhadap nilai potongan nilai maupun premium terhadap kualitas komoditas nan diperjualbelikan, ditetapkan sebesar 85%.
Ingot Nikel
Formula:
HPM Ingot Nikel = HMA Nikel
Keterangan:
1. HPM Ingot Nikel adalah nilai patokan mineral logam ingot nikel dalam US$/DMT.
2. HMA Nikel adalah nilai mineral referensi nikel dalam formula kalkulasi HPM.
Nickel Matte
Formula:
HPM Nickel-Matte = Konstanta * (% Ni+%Co) * HMA Nikel
Keterangan:
1. HPM Nickel-Matte adalah nilai patokan mineral logam dalam corak nickel matte dalam US$/DMT.
2. Konstanta ditetapkan sebesar 78%.
3. % Ni adalah kadar Ni dalam nickel matte.
4. % Co adalah kadar Co dalam nickel matte.
5. HMA Nikel adalah nilai mineral referensi nikel dalam formula kalkulasi HPM.
Tak hanya produk nikel, terdapat juga HPM terbaru untuk produk Timbal, Seng, Bauksit, Besi, Logam Emas dan Perak, Timah, Tembaga, Pangan, Krom hingga Titanium. Bisa dilihat DI SINI..
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·