Kegiatan kunjungan pabrik Reporter Cilik Media Indonesia ke PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Senin (24/8).(MI/Permana)
HALO! Kenalkan, namaku Sabila Ceisya Hervarizki dari SD BPI. Kali ini, saya mau menceritakan pengalamanku sebagai Repcil Media Indonesia!
Pertama, saya bakal menceritakan proses di kembali wawancara nan telah saya lakukan di pabrik pembuatan pesawat PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dalam rangka memperingati ulang tahun ke-50 PTDI.
Perasaanku bukan panik, bukan takut. Memang ada sih rasa gugup, tetapi rasa kagumku mengalahkan rasa gugupku. Apalagi saat membayangkan berjumpa dengan orang-orang nan tentunya sangat hebat.
Auditorium B.J. Habibie
Senin (24/8), tepatnya pukul 08.00 WIB, aktivitas dimulai di Auditorium B.J. Habibie. Tempatnya luas, bagus, dan tentunya sangat nyaman. Kursinya juga tertata rapi dan empuk.
Acara pun dimulai. Kak Arya memimpin aktivitas sekaligus menjadi MC. Acara diawali dengan sambutan Kak Iis nan merupakan seorang reporter berpengalaman.
Kak Iis menceritakan bahwa pada 2015, para Repcil berkesempatan mewawancarai Presiden Indonesia saat itu, Joko Widodo, beserta para menteri. Aku sangat kagum mendengarnya!
Setelah itu, Kak Iis menjelaskan agenda-agenda nan bakal dilakukan pada hari itu.
Disusul sambutan Kak Cecep sebagai kepala divisi. Beliau menjelaskan bahwa PTDI merupakan salah satu perusahaan industri pesawat terbang di Indonesia.
Mendengar perihal itu, saya langsung sangat kaget! Itu sangat keren menurutku!
Kak Cecep juga menjelaskan gimana pesawat bisa terbang. Katanya, pesawat dapat terbang lantaran mempunyai style angkat.
Serunya Tur PTDI
Akhirnya, tur PTDI dimulai. Namun, sebelum berangkat, kami bermain gim terlebih dulu lantaran setiap golongan mempunyai giliran masing-masing.
Ada permainan untuk menguji fokus. Gimnya sangat menyenangkan sampai tidak terasa akhirnya golongan kami dipanggil untuk melakukan tur.
Kami naik Bandros menuju perhentian pertama, ialah Gedung Galeri Mock-up. Kami dibimbing oleh Kak Cepi dari bagian komunikasi pemasaran sekaligus promosi.
Gedung ini digunakan sebagai tempat untuk memandang beragam contoh pesawat dan produk PTDI. Ada banyak contoh pesawat keren di sana.
Ada NC212i nan dapat mengangkut hingga 21 penumpang dan banyak digunakan untuk kebutuhan militer. Lalu, ada CN235 dengan kapabilitas hingga 35 penumpang.
Selanjutnya, kami menuju Departemen Detail Part Manufacturing (DPM). Di ruangan ini, kami dipersilakan bertanya kepada pembimbing, ialah Kak Zuhul sebagai supervisor mekanik.
Lalu, kami dijelaskan seputar bahan pembuatan pesawat.
“Pesawat sekitar 70 persen terbuat dari aluminium lantaran kita mencari bahan nan ringan, tetapi juga kuat. Setelah itu, dilakukan penyiapan komponen-komponen pendukung kerangka pesawat sebelum nantinya dirakit menjadi pesawat nan utuh.”
Hal itu merupakan pengetahuan baru bagiku.
Setelah itu, kami kembali naik Bandros menuju auditorium. Kami dipersilakan beristirahat terlebih dahulu, seperti salat, makan, dan lain-lain agar lebih semangat untuk mengikuti sesi tanya jawab.
Bertemu Para Direktur PTDI
Saat musik berbunyi, tibalah para kepala dahsyat dari PTDI.
Ada Ibu Dhias Widhiyati sebagai Direktur Keuangan nan bekerja mengelola finansial perusahaan, sekaligus Direktur SDM nan menjaga dan membantu para pegawai agar dapat berkembang lebih jauh lagi.
Ada juga Bapak Dena Hendriana sebagai Direktur Produksi nan bekerja menjaga kelancaran dan kestabilan produksi.
Akhirnya, setelah sesi perkenalan, sesi tanya jawab dimulai.
Saat ditanya pesawat apa nan paling menjadi favorit dan kebanggaan PTDI, Pak Dena selaku Direktur Produksi menjawab bahwa N219 merupakan salah satu pesawat nan paling dibanggakan lantaran merupakan hasil karya anak bangsa.
Beliau juga menjelaskan bahwa N219 dapat beraksi di landasan nan relatif pendek dan tidak selalu kudu berupa aspal.
Selanjutnya, untuk pertanyaan kedua, saat ditanya tentang pesan untuk anak-anak nan takut bermimpi tinggi, Bu Dhias berujar, “Janganlah takut untuk mempunyai mimpi nan besar selama Anda jujur, berusaha, dan berdoa.”
Tak terasa, sesi wawancara pun selesai.
Terima kasih telah meluangkan waktu untuk berbagi cerita kepada kami, peserta Repcil nan sedang belajar.
Kami sangat berterima kasih bisa berjumpa dengan orang-orang dahsyat seperti Bu Dhias dan Pak Dena nan telah memberikan ilmu, motivasi, dan nasihat berharga.
Tidak lupa juga, terima kasih kepada Media Indonesia nan telah memberikan kesempatan bagi kami untuk menjadi Reporter Cilik dan melakukan liputan langsung ke PT Dirgantara Indonesia.
Sampai bertemu di pengalaman Repcil berikutnya! (B-3)

English (US) ·
Indonesian (ID) ·