Kondisi wilayah terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).(Dok BNPB)
AKTIVITAS kegempaan pascagempa utama magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap terus berjalan masif. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 8.193 gempa susulan telah mengguncang wilayah tersebut hingga Kamis (27/8) sore, dengan 146 di antaranya terasa oleh masyarakat.
Kekuatan gempa susulan tercatat bervariasi dari nan terkecil magnitudo 1 hingga nan terbesar mencapai magnitudo 6,2. Berdasarkan kajian BMKG, gelombang guncangan susulan diprakirakan tetap bakal bersambung hingga pekan ketiga dan keempat pascagejala utama.
“Informasi pertama nan kami sampaikan adalah kegempaan, bahwa jumlah gempa bumi nan terjadi setelah gempa nan pertama 7,7 magnitude. Kami sudah mendapatkan info dari BMKG sebanyak 8.193 gempa susulan, dengan magnitude nan terbesar adalah 6,2 dan nan terkecil 1, dan gempa nan dapat dirasakan sebanyak 146 kali,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Simanjuntak.
Di tengah rentetan guncangan nan belum mereda, dia juga mengonfirmasi penambahan enam korban jiwa baru nan tergolong korban meninggal tidak langsung. Data terbaru ini melonjakkan total korban meninggal bumi menjadi 111 orang.
BNPB dan BMKG mengimbau penduduk NTT untuk tetap waspada terhadap potensi kerusakan lanjutan pada gedung akibat tingginya gelombang gempa susulan nan tetap terjadi. (PO/E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·