Rencana Kereta Api di Papua Masuk Tahap Awal, Pemerintah Mulai Siapkan Kajian

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Gubernur Papua Mathius D Fakhiri (kiri) dan Juru Bicara Gubernur Papua M Rifai Darus (kanan). Foto: Dok. Istimewa

Rencana pembangunan jaringan kereta api di Tanah Papua kembali mencuat, setelah pemerintah pusat dan wilayah mulai membahas langkah awal realisasinya.

Gagasan ini dinilai sebagai bagian dari upaya jangka panjang untuk memperkuat konektivitas, serta membuka akses ekonomi di wilayah timur Indonesia.

Wacana menghadirkan transportasi kereta api di Papua sejatinya bukan perihal baru. Sejumlah pemimpin wilayah sebelumnya telah mengemukakan pentingnya pembangunan prasarana berskala besar, guna mengatasi keterisolasian wilayah.

Upaya tersebut juga sejalan dengan pembangunan prasarana darat, seperti Jalan Lintas Papua nan telah lebih dulu menjadi tulang punggung mobilitas antarwilayah.

Pemerintah Provinsi Papua sekarang melanjutkan pendapat tersebut dengan menyesuaikan pada kebutuhan dan perkembangan saat ini.

"Fokus utama tidak hanya pada pembangunan fisik, tetapi juga pada akibat jangka panjang terhadap pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan," ujar Gubernur Papua Komjen Pol (Purn) Matius D. Fakhiri (MDF), seperti dikutip dari keterangan resminya.

Ilustrasi kereta api. Foto: KAI

Pada awal 2026, rumor pengembangan jalur kereta api di luar Pulau Jawa turut menjadi perhatian pemerintah pusat. Dalam pembahasan berbareng jejeran terkait, Papua disebut sebagai salah satu wilayah potensial untuk pengembangan jaringan baru, dengan Jayapura dipertimbangkan sebagai titik awal.

Menindaklanjuti perihal tersebut, pertemuan antara pemerintah wilayah Papua dan manajemen PT Kereta Api Indonesia (Persero) digelar di Jakarta pada 14 April 2026 lalu.

Pertemuan ini menghasilkan kesepahaman untuk memulai proses perencanaan sesuai regulasi, termasuk penyusunan kajian awal dan penentuan rute prioritas.

Rute Sentani-Kota Jayapura menjadi salah satu opsi awal nan bakal dikaji lebih lanjut. Jalur ini dinilai strategis, lantaran menghubungkan pusat aktivitas ekonomi dan pemerintahan di wilayah tersebut.

Jika terealisasi, proyek ini diharapkan tidak hanya menghadirkan moda transportasi baru, tetapi juga mempercepat pengedaran peralatan dan jasa, meningkatkan mobilitas masyarakat, serta membuka kesempatan investasi di beragam sektor.

Pemerintah menegaskan bahwa seluruh tahapan bakal dilakukan secara berjenjang dengan mempertimbangkan aspek teknis, ekonomi, dan sosial. Kajian mendalam juga diperlukan mengingat kondisi geografis Papua nan menantang.

Rencana ini pun diharapkan menjadi tonggak baru dalam pembangunan prasarana di wilayah timur Indonesia, sekaligus memperkuat integrasi antarwilayah dalam jangka panjang.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan