Badan Geologi Petakan 4 Wilayah Potensi Likuefaksi di Sulawesi Tengah, Ini Detailnya

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Badan Geologi Petakan 4 Wilayah Potensi Likuefaksi di Sulawesi Tengah, Ini Detailnya Pemetaan wilayah rawan Likuefaksi oleh Badan Geologi.(Dok. Antara)

BADAN Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian ESDM) resmi merilis pemetaan terbaru mengenai wilayah nan mempunyai kerentanan tinggi terhadap kejadian likuefaksi alias pencairan tanah di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng). Langkah ini diambil menyusul guncangan gempa bumi bermagnitudo 6,7 nan melanda area tersebut beberapa hari lalu.

Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengungkapkan bahwa berasas pemutakhiran peta pemantauan teknis, terdapat empat kabupaten/kota nan sekarang masuk dalam area perhatian intensif. Wilayah tersebut dinilai mempunyai karakter tanah nan rentan mengalami kegagalan struktur saat diguncang gempa kuat.

Empat Wilayah Prioritas Pantauan Likuefaksi

Dalam konvensi pers nan digelar di Jakarta, Jumat (19/6), Lana menyebut empat wilayah utama nan menjadi konsentrasi pemetaan potensi likuefaksi, yaitu:

  • Kabupaten Sigi
  • Kota Palu
  • Kabupaten Parigi Moutong
  • Sebagian Kabupaten Poso

"Likuefaksi ini berpotensi terjadi pada lapisan tanah berpasir jenuh air nan mengalami guncangan kuat," ujar Lana. Ia menjelaskan bahwa secara teoritis, guncangan gempa di darat meningkatkan tekanan air pori pada tanah pasir jenuh, sehingga menghilangkan daya dukung tanah secara mendadak.

Indikator Ilmiah untuk Mitigasi Struktural

Lana menegaskan bahwa status potensi ini bukan berfaedah musibah likuefaksi bakal terjadi seketika di seluruh titik. Peta tersebut merupakan parameter ilmiah nan bermaksud untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat mitigasi struktural di wilayah terdampak.

Badan Geologi menilai perlunya kajian mikrozonasi nan lebih spesifik untuk menentukan pengelompokkan akibat di tiap lokasi. Data ini diharapkan menjadi rujukan esensial bagi pemerintah wilayah dalam merumuskan kebijakan penataan ruang dan zonasi wilayah aman.

Berdasarkan pemetaan, wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi mencakup Dolo, Gumbasa, Marawola, dan Tanambulava di Kabupaten Sigi, serta Palu Barat, Palu Selatan, dan Palu Utara di Kota Palu.

Parameter Penyusunan Peta Kerawanan

Penyusunan peta kerawanan ini didasarkan pada beragam parameter pengetahuan bumi nan komprehensif, antara lain:

  1. Keberadaan sesar aktif di wilayah sekitar.
  2. Karakteristik batuan dan jenis litologi tanah.
  3. Sejarah kegempaan di wilayah Sulawesi Tengah.
  4. Estimasi potensi guncangan (peak ground acceleration) nan mungkin terjadi.

"Perlu dipahami bahwa peta kerawanan ini bukan merupakan prediksi kapan gempa bakal terjadi, melainkan gambaran tingkat potensi ancaman andaikan gempa terjadi di wilayah tersebut," tambah Lana.

Badan Geologi mengimbau otoritas kebencanaan wilayah dan masyarakat untuk tetap tenang namun waspada. Aspek ketahanan pengetahuan bumi kudu dijadikan prasyarat utama dalam rencana pembangunan kembali prasarana maupun pemukiman pascabencana guna meminimalisir akibat di masa depan. (Ant/H-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia