Presiden Iran Masoud Pezeshkian mempublikasikan arsip nota kesepahaman (MoU) antara Iran dan Amerika Serikat dalam bahasa Inggris dan Persia/Farsi.
Dokumen telah ditandatangani oleh Pezeshkian, Presiden AS Donald Trump, serta Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif nan berkedudukan sebagai mediator.
Dokumen nan diunggah melalui media sosial itu memuat 14 poin penting, mulai dari penghentian blokade maritim AS hingga sistem perundingan lanjutan antara Washington dan Teheran. Dokumen itu berjudul Nota Kesepahaman Islamabad antara Republik Islam Iran dan Amerika Serikat.
“Ini adalah arsip berhistoris sekaligus pesan dari Iran nan kuat: perdamaian hanya dapat terwujud melalui sikap saling menghormati,” tulis Pezeshkian saat mengunggah arsip MoU berkata Inggris, Kamis (18/6).
“Republik Islam Iran selalu berkomitmen menjaga perdamaian bumi tanpa mengorbankan martabat dan kedaulatannya, serta terus mendorong kemajuan dan kerja sama di kawasan,” lanjutnya.
Sedangkan dalam unggahan arsip berkata Persia, Pezeshkian menulis,”Teks ini mencerminkan bunyi sebuah bangsa nan tidak menukar martabat dan kemerdekaannya dengan ancaman maupun tekanan apa pun.”
“Apa nan tercatat hari ini merupakan hasil dari ketahanan nasional, kerasionalan politik, dan diplomasi nan bertanggung jawab,” lanjutnya.
Dalam video nan diunggah Gedung Putih, Trump menandatangani arsip MoU saat menghadiri jamuan makan malam di Istana Versailles, Prancis, pada 17 Juni 2026. Sejumlah pihak menyebut arsip nan diteken itu berkata Persia.
Tak lama kemudian, media Iran mengunggah foto Presiden Pezeshkian nan sedang memegang arsip MoU berkata Inggris nan sudah dia tanda tangani dengan tinta biru. Sedangkan tanda tangan Trump dengan tinta hitam.
PM Pakistan sebagai mediator juga mengunggah video nan memperlihatkan dia menandatangani arsip MoU itu.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·