Remaja Tewas Dikeroyok di Ciputat, Dipicu Dendam Lama soal Tawuran

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Tangerang Selatan - Remaja putra berinisial FA (17) tewas usai dikeroyok di wilayah Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan. Pelaku berjumlah enam orang telah ditangkap polisi.

Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (28/4) sekitar pukul 02.00 WIB, di Jalan Taqwa, Kampung Gunung RT 03 RW 04, Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan.

"Korban ini sedang sendirian, tiba-tiba dikeroyok sama para pelaku. Enam orang sudah kita amankan," kata Kompol Bambang saat dihubungi detikcom, Rabu (29/4/2026).

Keterangan saksi inisial RH (20), saat sedang melintas di letak berbareng rekannya, A (20) memandang sekelompok remaja sedang ribut dan membacok korban. Tak lama kemudian, RH memandang korban dibacok.

RH diketahui tetap mempunyai hubungan kerabat dengan FA. Namun, saat itu RH tidak tahu bahwa nan sedang dikeroyok saat itu adalah FA.

Setelah memandang kejadian itu, RH dan temannya melanjutkan perjalanan pulang. Tak lama kemudian, dia dikabari bahwa saudaranya, FA, dibacok oleh sekelompok orang.

"RH dan A kemudian kembali ke letak dan memandang korban tergeletak. RH dan saksi A kemudian membawanya ke RSUD Tangsel. Namun saat diperiksa oleh tim medis, korban dinyatakan sudah meninggal dunia," jelasnya.

Kompol Bambang mengatakan FA adalah anak dari seorang satpam. Menurut keterangan sang ayah, A, malam itu FA pergi belajar bareng teman-temannya.

"Pas mau pulang, anaknya minta dijemput sama bapaknya. Lalu bapaknya memintanya tunggu dulu kelak dijemput, anaknya malah berangkat," katanya.

Dipicu Dendam Tawuran

Pihak kepolisian langsung bergerak menyelidiki kasus tersebut. Sebanyak enam orang pelaku nan rata-rata tetap berstatus pelajar telah diamankan polisi.

"Pelaku enam orang sudah kami amankan," ucapnya.

Sementara itu, Bambang mengungkap motif para pelaku membacok korban karena dendam soal tawuran. Para pelaku merasa dendam lantaran kalah tawuran pada 2025.

"Menurut keterangan tersangka, itu mereka dendam sama FA ini lantaran saat tawuran dulu tahun 2025 itu kalah--katanya sama golongan FA--padahal ini anaknya baik, tidak pernah tawuran," pungkasnya.

(mea/dhn)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News