Jakarta, CNBC Indonesia -Para pejabat Amerika Serikat (AS) dan Iran mengatakan bahwa mereka telah menyepakati kesepakatan untuk mengakhiri perang. Mereka juga setuju menghentikan blokade AS terhadap Iran dan membuka kembali Selat Hormuz setelah perjanjian ditandatangani Jumat, di sela-sela KTT tahunan Kelompok Tujuh Negara (G7) di Évians-les-Bains, Prancis.
Presiden AS Donald Trump mengatakan perjanjian tersebut bakal memastikan bahwa Selat Hormuz "secara permanen bebas biaya". Iran mengatakan perundingan nuklir selama 60 hari bakal dimulai setelah AS mengeluarkan miliaran biaya Teheran nan dibekukan sebelumnya.
Lalu gimana reaksi pemimpin bumi dengan kesepakatan ini? Berikut rangkuman CNBC Indonesia, Senin (15/6/2026).
PBB
Merujuk Reuters, Sekjen PBB Antonio Guterres menyambut baik pengumuman bahwa AS dan Iran telah menyepakati perjanjian damai. Ini, kata dia, merupakan langkah krusial menuju penyelesaian bentrok secara damai.
Pernyataan Bersama Pemimpin E4
Negara-negara E4, Inggris, Prancis, Jerman dan Italia memberi pernyataan berbareng setelah pengumuman deal tenteram AS-Iran. Intinya Iran tidak boleh mempunyai senjata nuklir.
"Kami siap bekerja sama dengan AS, Iran, dan IAEA untuk mencapai tujuan ini," ujarnya menyebut lembaga nuklir PBB.
Australia
Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese menyambut baik perjanjian AS dan Iran. Australia telah lama menyerukan deeskalasi dan diakhirinya konflik, termasuk di Lebanon.
Inggris
PM Inggris Keir Starmer menyebut sangat memahami pentingnya kebebasan navigasi di Selat Hormuz. Inggris juga menegaskan bahwa Iran tak boleh mempunyai senjata nuklir.
Prancis
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyambut baik perjanjian nan dicapai antara AS dan Iran. Ia mengatakan ini merupakan hasil dari upaya diplomatik nan disumbangkan oleh beberapa mitra.
"Saya menyerukan penerapan nan sigap dan penuh oleh semua pihak nan berperang. Perjanjian ini kudu memungkinkan pembukaan kembali Selat Hormuz secara mendesak dan tanpa syarat, nan siap didukung oleh misi internasional nan didirikan berbareng Inggris," tegasnya.
Jerman
Kanselir Jerman Friedrich Merz menyambut baik perjanjian antara AS dan Iran dan mengucapkan selamat kepada Presiden Trump dan pihak Iran atas terobosan diplomatik ini. Hal ini, kata dia, dapat membuka jalan menuju kebangkitan ekonomi dunia dan Timur Tengah nan lebih aman.
"Sangat krusial untuk menerapkannya dengan tekad nan kuat," tambahnya.
Jepang
PM Jepang Sanae Takaici menyebut "sangat berharap" bahwa "navigasi nan bebas dan kondusif melalui Selat Hormuz bakal terjamin dalam praktiknya". Ia mengatakan kesepakatan akhir mengenai masalah nuklir Iran dan masalah lainnya kudu dicapai sesegera mungkin.
Selandia Baru
Menteri Luar Negeri Selandia Baru Winston Peters mengatakan kesepakatan nan krusial dan konstruktif ini merupakan langkah menuju pengurangan ketegangan dan mendorong stabilitas di kawasan. Di mana perihal itu, tambahnya, sangat krusial bagi keamanan ekonomi global.
"Dialog dan diplomasi tetap menjadi langkah paling efektif untuk menyelesaikan masalah nan sudah berjalan lama," jelasnya.
Turki
Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan menyambut baik kerangka perjanjian tersebut. Namun dia menekankan pentingnya menahan diri dari retorika, provokasi dan tindakan nan dapat meningkatkan ketegangan, dan tetap waspada terhadap kemungkinan tindakan sabotase sampai hari penandatanganan perjanjian tersebut.
Qatar
Kementerian Luar Negeri Qatar menyatakan support penuh untuk semua upaya dan inisiatif nan bermaksud meningkatkan keamanan dan stabilitas regional.
Lalu apa kata Israel?
Halaman 2>>>
source on Google
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·