Ramai Pencurian ECU Gran Max, Kenapa Komponen Ini Jadi Incaran?

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Daihatsu Gran Max Cargo terbaru di pasar Jepang. Foto: Daihatsu

Belakangan ini media sosial diramaikan oleh maraknya kasus pencurian Engine Control Unit (ECU) nan menyasar kendaraan komersial Daihatsu Gran Max. Komponen vital nan kerap disebut sebagai otak kendaraan ini menjadi sasaran utama para pelaku kejahatan, lantaran proses pembongkarannya nan tergolong cepat.

Pemilik ahli jasa pemeriksaan kendaraan Inspector Mobil, Sundoro Edi Pranoto, membeberkan argumen teknis kenapa ECU Daihatsu Gran Max begitu mudah digasak oleh pencuri di tempat umum.

"Posisi ECU-nya itu ada di dashboard sebelah kiri dan sangat mudah dicopotnya," ujar Sundoro saat dihubungi kumparan, Selasa (8/9/2026).

Ilustrasi Kaca Mobil Pecah Foto: Alfons Yoshio/kumparan

Selain letaknya nan sangat terjangkau, aspek utama nan membikin Gran Max rentan terhadap tindakan kejahatan adalah minimnya fitur keamanan bawaan pada kendaraan komersial tersebut.

"Tingkat keamanan mobil ini juga tergolong minim lantaran belum dilengkapi dengan fitur Immobilizer," lanjut Sundoro.

Ketiadaan sistem keamanan elektronik canggih membikin pelaku kejahatan tidak memerlukan waktu lama alias peralatan unik untuk meretas sistem saat memisahkan komponen ECU dari tempatnya.

Mengenai motif di kembali maraknya pencurian komponen ini, Sundoro menilai ada dorongan kuat dari tingginya permintaan unit pengganti di pasar gelap. Popularitas Gran Max sebagai armada operasional upaya di Indonesia turut menciptakan celah pasar terlarangan nan menggiurkan bagi para pelaku.

ECU Mobil Foto: dok. Magnetimarelli

"Biasanya buat dijual lagi. Gran Max kan nomor penjualannya sangat tinggi, berfaedah maling memandang celah permintaan terhadap ECU di pasar gelap juga tinggi," paparnya.

Dinamika norma suplai dan permintaan di pasar gelap inilah nan memicu penjarahan ECU makin marak. Pembeli nan tergiur nilai murah tanpa melacak asal-usul peralatan secara tidak langsung merawat ekosistem pencurian tersebut.

Sundoro menambahkan bahwa posisi ECU nan rawan dan minim pengamanan ini tidak hanya ditemukan pada Daihatsu Gran Max, melainkan juga pada beberapa model kendaraan terkenal lainnya di tanah air.

"Selain Gran Max, ada juga mobil lain nan posisi ECU-nya sama-sama di dasbor sebelah kiri, contohnya seperti Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia," ungkapnya.

Daihatsu Gran Max Foto: dok Aditya Pratama Niagara/kumparan

Untuk mengantisipasi tindakan pencurian ECU nan biasanya diawali dengan modus pemecahan kaca pintu depan, Sundoro membagikan sejumlah langkah pencegahan ekstra nan bisa dilakukan oleh para pemilik armada.

"Kalau mau maksimal, bisa bikin 'kandang macan' di bagian kaca. Kan posisinya itu biasanya dipecahin kacanya, jadi dibikin tralis mini mirip seperti mobil pengantar uang," saran Sundoro.

Pemasangan teralis besi pengaman di kembali kaca jendela depan bakal menyulitkan dan mengulur waktu pelaku kejahatan saat mencoba menjangkau area dasbor kiri tempat ECU terpasang.

Selain modifikasi bentuk pada area interior, Sundoro menekankan pentingnya kewaspadaan pengemudi dalam memilih letak parkir kendaraan, terutama saat malam hari alias ketika ditinggal dalam lama lama.

Daihatsu pamerkan ubahan Gran Max di GIICOMVEC 2026. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

"Area parkir sudah pasti jangan sembarangan," tegasnya.

Pemilik kendaraan sangat disarankan untuk selalu memanfaatkan area parkir resmi nan dilengkapi pengawasan CCTV serta pencahayaan nan memadai demi menekan potensi terjadinya tindakan kejahatan di ruang publik.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan