Penumpang Bawa Jenazah Tertahan 2 Hari di Bandara Soetta

Sedang Trending 12 jam yang lalu

Tangerang, CNN Indonesia --

Sejumlah penumpang nan hendak membawa jenazah ke Nias tertahan di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, selama dua hari imbas penutupan sementara airport akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Salah satunya Frengki Lase, keponakan almarhum Iwan Zebua, nan berbareng dua personil family lainnya tengah mengawal jenazah untuk dibawa ke Desa Loloanaa, Botomuzoi, Nias. Ia mengatakan jenazah Iwan telah berada di airport selama dua hari.

"Kita sebenarnya sedang mengawal almarhum Om, Paman Iwan Zebua, nan mana kita mau kirim ke Nias, mau kita kebumikan ke Nias secara adat, kurang lebih begitu. Nah, memang sebenarnya cukup sedih, lantaran memang sudah dua hari beliau tetap jenazahnya di bandara," kata Frengki kepada CNNIndonesia.com di Bandara Soetta, Selasa (8/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Frengki mengatakan pihak family sempat mencari pengganti pengiriman jenazah melalui jalur laut. Namun, berasas info nan mereka terima, perjalanan menuju Nias melalui jalur laut juga berpotensi mengalami keterlambatan.

"Sebenarnya kita sudah cari tahu dan tanya-tanya apakah ada opsi lain, namun dari info nan kami dapat, jika memang jalur laut pun kemungkinan ada keterlambatan maupun keterhambatan juga dalam perjalanan menuju Pulau Nias," ujarnya.

"Makanya kita mau tidak mau kudu menunggu info dari airport melalui pesawat saja, kurang lebih begitu," sambung Frengki.

Ia mengatakan pihak family juga kudu menanggung pengeluaran tambahan selama menunggu keberangkatan. Menurutnya, biaya tambahan tersebut mencapai sekitar Rp1,5 juta.

"Dari pihak penerbangan belum ada, tetapi dari kita pribadi memang ada pengeluaran tambahan nan sebenarnya tidak sesuai dengan rencana kita, nan mana ada kurang lebih satu separuh [juta] pengeluaran tambahan nan tidak sesuai dengan rencana nan sudah kita rencanakan sebelumnya," katanya.

Frengki mengaku family tetap belum mendapat kepastian mengenai waktu keberangkatan. Sebelumnya, mereka dijadwalkan terbang pada pukul 06.55 WIB, tetapi agenda kembali mengalami penundaan.

"Belum ada kepastian, lantaran kita juga cukup tetap ragu. Dari awal kemarin kita diinformasikan bahwa kita bakal terbang sekitar pukul 06.55, namun berasas papan info terbaru bahwa kami bakal delay lagi sekitar kurang lebih dua sampai tiga jam," ujarnya.

Ia berambisi penerbangan dapat segera dilakukan setelah operasional Bandara Soetta kembali dibuka.

"Kami berambisi semoga kelak kami dapat berangkat dan terbang sekitar pukul 09.00 sesuai dengan agenda nan ditata kembali," tutur Frengki.

Bandara Soetta sebelumnya menghentikan operasional sementara akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Bandara tersebut kemudian kembali dibuka pada Selasa (8/9) pukul 00.01 WIB.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan Bandara Soetta, Bandara Halim Perdanakusuma, dan Bandara Husein Sastranegara kembali aktif mulai pukul 00.01 WIB. Sementara Bandara Budiarto Curug dan Bandara Pondok Cabe kembali dibuka pada pukul 02.25 WIB.

"Per tanggal 8 September pukul 00.01 WIB, Bandara Soekarno-Hatta Banten, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta dan Bandara Husein Sastranegara Bandung dinyatakan aktif kembali. Menyusul Bandara Budiarto Curug Banten dan Bandara Pondok Cabe Banten juga kembali dibuka pada pukul 02.25 WIB," kata Dudy dalam pernyataan resmi.

Sementara itu, tiga airport lainnya tetap menghentikan operasional penerbangan akibat terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau hingga pukul 10.00 WIB, ialah Bandara Radin Inten II, Bandara M Taufik Kiemas, dan Bandara Salakanagara.

(bud/ugo)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional