Ramai Challenge Hafal Quran Bonus Miras di Festival Musik, Penyelenggara Kecam

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ilustrasi minuman keras (miras). Foto: Shutterstock

Sebuah video beredar di media sosial memperlihatkan seseorang mengucapkan ayat suci Al-Quran pada sebuah booth minuman keras (miras) di salah satu aktivitas pagelaran musik.

Dalam narasinya, booth itu disebut menyediakan challenge kepada para visitor nan hafal ayat Al-Quran bakal diberikan bingkisan berupa miras.

Unggahan ini lantas mendapat banyak kecaman. Masyarakat menilai apa nan terjadi sudah masuk penistaan agama.

Penyelenggara Buka Suara

Penyelenggara pagelaran musik The Sounds Project buka bunyi mengenai peristiwa tersebut setelah melakukan penelusuran dan meminta penjelasan dari beragam pihak nan terlibat. Mereka mengatakan, peristiwa itu terjadi pada 9 Agustus lalu.

"Kami, sebagai penyelenggara acara, turut merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut. Kami tidak pernah, dan tidak bakal pernah, membenarkan perilaku nan menjadikan kepercayaan sebagai bahan challenge alias promosi produk dalam corak apa pun," demikian pernyataan penyelenggara dikutip dari IG @thesoundsproject, Selasa (11/8).

Pihak penyelenggara mengeklaim kejadian itu berada di luar arahan, persetujuan, dan kendalinya. Mereka menegaskan tidak bakal pernah menolerasi segala corak penistaan kepercayaan alias nan menyinggung SARA oleh pihak mana pun.

Mereka juga mengaku telah melakukan sejumlah langkah, yakni:

1. Kami telah menegur pihak sponsor mengenai dan meminta mereka untuk menyelesaikan kasus ini hingga tuntas.

2. Kami melakukan pengawalan ketat agar pihak sponsor segera mengidentifikasi pihak-pihak nan terlibat langsung pada kejadian tersebut untuk dapat dipertanggungjawabkan secara penuh.

3. Kami melakukan pertimbangan internal untuk memastikan kejadian serupa tidak bakal terjadi lagi dalam penyelenggaraan aktivitas selanjutnya.

"Rasa hormat terhadap kepercayaan dan kepercayaan seluruh audiens adalah nilai nan kami pegang teguh sebagai penyelenggara, dan tidak ada toleransi untuk pelanggaran terhadap nilai tersebut," pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan