Raksasa Nuklir Muslim Lagi Susah, Raja Salman Bantu Rp 51 Triliun

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Arab Saudi secara resmi berkomitmen untuk memberikan support finansial sebesar US$3 miliar alias sekitar Rp51 triliun kepada Pakistan. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Menteri Keuangan Pakistan, Muhammad Aurangzeb, di tengah upaya keras negara Asia Selatan tersebut untuk menstabilkan kondisi ekonomi nasionalnya.

Aurangzeb mengumumkan pencairan support tersebut diharapkan bakal dilakukan pada minggu depan.

Pernyataan tersebut disampaikan Aurangzeb saat dirinya berada di Washington untuk menghadiri Pertemuan Musim Semi Bank Dunia-IMF 2026. Langkah ini menjadi krusial mengingat Pakistan tengah menghadapi tenggat waktu pembayaran tanggungjawab luar negeri nan sangat besar dalam waktu dekat.

Adapun Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif bertolak ke Arab Saudi pada Rabu (15/4/2026) untuk melakukan kunjungan resmi kenegaraan.

Bantuan dari Riyadh ini datang tepat saat Islamabad bersiap untuk bayar kembali utang Senilai US$3,5 miliar alias sekitar Rp 59,5 triliun kepada Uni Emirat Arab (UEA) pada bulan ini. Sebelumnya, surat berita Dawn melaporkan bahwa Abu Dhabi menuntut pembayaran segera atas pinjaman nan diberikan kepada Islamabad sebagai bagian dari support pendanaan eksternal nan diperpanjang oleh UEA sejak tahun 2019 lalu.

Bantuan tersebut awalnya disalurkan melalui Dana Pembangunan Abu Dhabi untuk membantu Islamabad mengatasi krisis neraca pembayaran nan mencekik ekonomi mereka.

Laporan tersebut menyebut bahwa utang UEA telah diperpanjang berkali-kali, namun perpanjangan terbaru mempunyai lama nan lebih singkat, nan mengindikasikan ketidaksenangan Abu Dhabi atas pengaturan tersebut. Hal ini memperparah posisi fiskal Pakistan nan sebelumnya sudah babak belur dihantam beragam krisis beruntun dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2024, Pakistan menghadapi krisis utang sebagai akibat dari penguncian wilayah akibat Covid, gangguan pasokan nan dipicu oleh bentrok Ukraina, serta banjir bandang luas nan menghancurkan sepertiga wilayah negara tersebut.

Dana Moneter Internasional (IMF) akhirnya turun tangan untuk memberikan paket support sebesar US$7 miliar alias setara Rp119 triliun dengan lama 3 tahun. Di bawah perjanjian dengan IMF, Pakistan diwajibkan untuk mengamankan sekitar US$12,5 miliar alias Rp212,5 triliun dalam corak perpanjangan utang dari China, Arab Saudi, dan UEA guna memenuhi kebutuhan pendanaan eksternal serta menjaga tingkat persediaan mata uangnya.

Laporan Dawn menunjukkan bahwa posisi Uni Emirat Arab sebagai pendonor kemungkinan besar bakal digantikan oleh Qatar di masa mendatang.

Hubungan Pakistan dengan UEA diketahui memang sedang menegang selama setahun terakhir. Sementara Islamabad telah menandatangani pakta pertahanan berbareng dengan Riyadh, Abu Dhabi justru bergerak membangun kemitraan keamanan nan lebih erat dengan New Delhi, India.

UEA, nan selama ini menjadi sumber vital remitansi asing bagi Islamabad, juga memberlakukan pembatasan visa nan berakibat pada penduduk negara Pakistan pada awal tahun ini, nan semakin memperkeruh hubungan diplomatik kedua negara.

(luc/luc)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News