PVMBG: Pola Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki Relatif Stabil

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
 Pola Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki Relatif Stabil Aktivitas vulkanik gunung Lewotobi Laki-laki.(Dok. Antara)

PUSAT Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), tetap menunjukkan pola erupsi nan relatif stabil. Meski demikian, letusan terpantau tetap terjadi secara kontinu.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PPG) Lewotobi Laki-laki di Kecamatan Wulanggitang, Herman Yosep M. Boro, menjelaskan bahwa stabilitas pola erupsi ini teramati sejak pertengahan Juli 2026.

“Walaupun letusan tetap terjadi secara kontinu dengan tinggi kolom abu mencapai 800 hingga 1.600 meter di atas puncak, namun terhitung sejak 16 Juli 2026 pola erupsinya relatif stabil,” ujar Herman dalam laporan nan diterima di Kupang, Selasa (28/7).

Analisis Visual dan Instrumental

Berdasarkan laporan periode 16–22 Juli 2026, secara visual gunung api tersebut tampak jelas hingga sesekali tertutup kabut. Asap kawah utama teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang, mencapai ketinggian 50–100 meter dari puncak. Selain itu, tercatat adanya guguran material, meski jarak dan arah luncurannya tidak dapat diamati secara visual.

Dari sisi instrumental, aktivitas kegempaan tetap didominasi oleh gempa letusan. Dalam sepekan terakhir, tercatat rincian kegempaan sebagai berikut:

  • 64 kali gempa letusan
  • 49 kali gempa hembusan
  • 98 kali tremor non-harmonik
  • 21 kali gempa gelombang rendah (low frequency)
  • 18 kali gempa vulkanik dalam
  • 1 kali gempa guguran
  • 8 kali gempa tektonik lokal dan 35 kali gempa tektonik jauh

Kondisi Magmatik dan Morfologi

PVMBG menyebut bahwa secara umum belum ada peningkatan signifikan pada aktivitas erupsi, baik dari tinggi kolom letusan maupun perubahan morfologi gunung. Aktivitas permukaan saat ini tetap didominasi oleh erupsi bertipe terbuka (open-vent eruption).

Data deformasi menunjukkan sistem magmatik tetap berada pada fase deflasi. Hal ini mengindikasikan belum adanya pengisian ulang (recharge) magma dari kedalaman. Selain itu, jumlah gempa harmonik nan hanya tercatat tiga kejadian memperkuat indikasi bahwa belum ada lonjakan aktivitas vulkanik nan mengkhawatirkan.

Meskipun gempa vulkanik dalam mengalami peningkatan menjadi 18 kejadian dibandingkan minggu sebelumnya, jumlah tersebut dinilai tetap jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan fase peningkatan aktivitas nan terjadi pada akhir April hingga awal Mei 2026.

PVMBG tetap mengimbau masyarakat, pengunjung, maupun visitor untuk mematuhi area ancaman dan tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. (Ant/H-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia