Putin Kumpulkan Pemimpin ASEAN di Kazan Saat G7 Tekan Rusia soal Ukraina

Sedang Trending 2 hari yang lalu
Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto: Alexander KAZAKOV / POOL / AFP

Presiden Rusia Vladimir Putin menjadi tuan rumah pertemuan dengan para pemimpin negara ASEAN mulai Rabu (17/6). KTT Rusia-ASEAN di Kazan digelar saat negara-negara Barat lewat G7 menekan Rusia untuk mengakhiri perang di Ukraina.

KTT tersebut bakal dimanfaatkan Putin untuk memperkuat hubungan ekonomi dan politik dengan negara-negara Asia Tenggara.

Pertemuan Rusia-ASEAN digelar di Kazan, ibu kota Republik Tatarstan, nan berjarak sekitar 700 kilometer dari Moskow. Pada saat nan sama, para pemimpin negara-negara dengan perekonomian terbesar nan tergabung dalam G7 menggelar KTT di Prancis.

Sejumlah petinggi negara berpotret selama makan malam gala sebagai bagian dari KTT G7, di Evian, Prancis timur, Selasa (16/6/2026). Foto: Ludovic Marin/Pool via REUTERS

Salah satu konsentrasi utama pertemuan G7 adalah mencari jalan untuk mengakhiri perang di Ukraina nan pecah setelah Rusia melancarkan serangan ke negara itu empat tahun lalu. Kemudian para pemimpin G7 sepakat memperkuat tekanan agar Rusia mengakhiri serangan ke Ukraina.

Sementara itu, Rusia menyatakan bahwa pertemuan dengan para pemimpin Asia Tenggara di Kazan ditujukan untuk memperingati 35 tahun hubungan ASEAN-Rusia.

Kremlin melaporkan Thailand, Vietnam, Kamboja, Laos, Malaysia, dan Singapura mengirimkan perdana menteri mereka ke Kazan. Sementara Filipina bakal diwakili langsung oleh Presiden Ferdinand Marcos Jr.

Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul melangkah saat tiba di Bandara Internasional Kazan, menjelang KTT Peringatan ASEAN-Rusia, di Kazan, Rusia, Rabu (17/6/2026). Foto: Thailand Government House/via REUTERS

Salah satu peserta nan menarik perhatian adalah Myanmar. Negara nan mempunyai hubungan dekat dengan Rusia dan juga menghadapi isolasi dari Barat akibat kudeta militer itu dipastikan mengirimkan delegasi ke Kazan.

Menteri Luar Negeri RI Sugiono telah tiba di Kazan sejak Selasa (16/6) waktu setempat.

Menurut pernyataan resmi Pemerintah Rusia, para pemimpin bakal berganti pandangan mengenai beragam rumor dunia dan regional selama KTT berlangsung.

"Ini untuk menetapkan tujuan baru dalam hubungan Rusia-ASEAN di bagian keamanan, perdagangan, investasi, dan kerja sama kemanusiaan," ujar Pemerintah Rusia seperti dikutip Reuters.

PM Malaysia Anwar Ibrahim saat memberikan policy speech di Sekretariat ASEAN, Jakarta Selatan, Selasa (29/7/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan

Sementara itu, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan pertemuannya di Rusia juga bakal dimanfaatkan untuk membahas pasokan energi. Sejumlah negara Asia menghadapi tekanan daya akibat gejolak di Timur Tengah.

Di saat nan sama, Rusia nan merupakan salah satu produsen minyak terbesar bumi menjadikan Asia sebagai pasar utama ekspor minyaknya di tengah hukuman Barat.

"Kami mau memastikan pasokan minyak dapat terus disalurkan ke Malaysia," ujar Anwar Ibrahim.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan