Presiden Rusia Vladimir Putin menilai bumi sedang menghadapi krisis besar nan ditandai melemahnya model ekonomi dunia lama serta berkurangnya kekuasaan negara-negara Barat.
Berbicara dalam Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (SPIEF) nan digelar pada 4-6 Juni 2026 di St. Petersburg, Rusia. Putin mengatakan perubahan besar dalam peta ekonomi bumi tidak lagi bisa dihentikan meski mendapat perlawanan dari sejumlah negara.
"Kita sedang menyaksikan transformasi mendasar dalam tatanan ekonomi global," kata Putin dalam keterangan nan diterima kumparan pada Senin (8/6), dari Russia Today.
Menurut Putin, sistem dunia nan dibangun setelah Perang Dingin semakin susah beradaptasi dengan realitas bumi saat ini.
Ia menuding sejumlah negara menggunakan sanksi, halangan perdagangan, dan pembatasan teknologi untuk mempertahankan posisi dominan mereka dalam ekonomi global.
Putin mencontohkan pembatasan terhadap perusahaan teknologi China, Huawei, sebagai salah satu corak persaingan nan tidak sehat.
"Ini bukan lagi persaingan nan adil, melainkan upaya menahan perkembangan pihak lain," ujarnya.
"Ini adalah jalan menuju bentrok tanpa akhir, perang dagang, dan mungkin bukan hanya perang dagang," lanjutnya, memperingatkan ancaman praktik proteksionisme nan memicu ketidakstabilan global.
Soroti Dolar AS dan Munculnya Kekuatan Baru
Dalam pidatonya, Putin turut menyoroti menurunnya kepercayaan terhadap dolar AS di tengah meningkatnya penggunaan hukuman ekonomi oleh Washington.
"Kepercayaan terhadap dolar terus menurun," ujarnya.
Menurutnya, semakin banyak negara sekarang mencari pengganti dalam perdagangan dan transaksi internasional untuk mengurangi ketergantungan terhadap mata duit AS.
Ia juga menilai pusat pertumbuhan ekonomi bumi perlahan bergeser ke negara-negara berkembang, terutama di Asia, Timur Tengah, dan area Global South.
Karena itu, Putin menyerukan pembentukan sistem ekonomi dunia nan lebih seimbang dan menghormati kedaulatan setiap negara.
"Kita perlu membangun tatanan bumi nan lebih setara dan terbuka bagi semua," kata Putin.
Pidato tersebut disampaikan Putin dalam SPIEF 2026, forum ekonomi terbesar Rusia nan tahun ini dihadiri lebih dari 24.500 peserta dari 142 negara.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·